Showing posts with label Misteri. Show all posts
Showing posts with label Misteri. Show all posts
Siapa Saja Yang Menolak Saat Ditawari Menjadi Seperti Manusia

Siapa Saja Yang Menolak Saat Ditawari Menjadi Seperti Manusia

Manusia boleh berbangga karena dinobatkan sebagai makhluk sempurna diantara seluruh makhluk ciptaan-Nya. Kita menjadi pemimpin atas seluruh penghuni semesta yang ada dengan kelebihan akal serta pikiran yang digunakan dalam bertindak.

Namun menjadi makhluk sempurna bukanlah perkara yang mudah. Ada hal besar yang menjadi tanggungjawab manusia yakni amanah. Menjalankan perintah serta menjauhi segala larangan-Nya menjadi amanah yang tidak dapat dibantah.

Siapa Saja Yang Menolak Saat Ditawari Menjadi Seperti Manusia
Manusia dari sekian banyak makhluk Allah menyanggupi amanah tersebut. Padahal makhluk lain yang memiliki kekuatan lebih besar seperti langit, bumi dan gunung menolak untuk menjadi seperti manusia. Hal ini dijelaskan Allah SWT dalam Alquran surat Al-Ahzab. Seperti apa? Berikut ulasannya.

Ada begitu banyak peristiwa yang terjadi sebelum akhirnya alam semesta dan segala isinya siap untuk ditinggali. Salah satunya adalah peristiwa saat Allah SWT mengungumpulkan makhluknya untuk membagi peran. Saat itu Allah SWT memberikan pilihan kepada mahkluk untuk menerima amanah.

Bagi siapa yang menerimanya, maka akan menjadi makhluk yang paling sempurna di alam semesta. Namun amanah ini juga memiliki kosekuensi. Bagi yang menjalankan perintah-Nya, maka akan dihadiahi surga, namun jika melanggar akan diberi siksa di neraka.

Allah SWT menawari amanah tersebut kepada langit, bumi dan gunung. Namun ketiganya menolak, bukan karena ingkar kepada Allah, namun mereka merasa tidak sanggup untuk mengemban besarnya amanah tersebut.

Ternyata, manusialah yang dengan berani menerima tawaran Allah SWT untuk menjadi makhluk sempurna. Hal ini dijelaskan dalam surat Al-Ahzab

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS. Al-Ahzab: 72).

Ayat ini dimaknai berbeda oleh para Mufassirin. Diantaranya adalah Imam Al-Aufi dari Ibnu Abbas –radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Yang dimaksud dengan al-amanah adalah, ketaatan yang ditawarkan kepada mereka sebelum ditawarkan kepada Adam ‘Alaihissalam, akan tetapi mereka tidak menyanggupinya. Lalu Allah berfirman kepada Adam, ‘ Sesungguhnya Aku memberikan amanah kepada langit dan bumi serta gunung-gunung, akan tetapi mereka tidak menyanggupinya. Apakah engkau sanggup untuk menerimanya?’ Adam menjawab, ‘Ya Rabbku, apa isinya?’ Maka Allah berfirman, ‘Jika engkau berbuat baik maka engkau akan diberi balasan, dan jika engkau berbuat buruk maka engkau akan diberi siksa’. Lalu Adam menerimanya dan menanggungnya. Itulah maksud firman Allah, ‘Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh’.”

Kemudian, Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas –radhiyallahu ‘anhu- berkata, ‘Amanah adalah kewajiban-kewajiban yang diberikan oleh Allah kepada langit, bumi dan gunung-gunung. Jika mereka menunaikannya, Allah akan membalas mereka. Dan jika mereka menyia-nyiakannya, maka Allah akan menyiksa mereka. Mereka enggan menerimanya dan menolaknya bukan karena maksiat, tetapi karena ta’zhim (menghormati) agama Allah kalau-kalau mereka tidak mampu menunaikannya.” Kemudian Allah Ta’ala menyerahkannya kepada Adam, maka Adam menerimanya dengan segala konsekwensinya. Itulah maksud dari firman Allah:

“Dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh,” yaitu pelanggar perintah Allah.

Bisa disimpulkan jika manusia hidup di dunia ini hanya menjalani ujiannya saja. Lulus atau tidak dalam menjalankan ujian tersebut akan dijawab oleh Allah SWT saat kiamat tiba. Disana, akan ditunjukan bahwa sebelum hidup di dunia manusia sudah melakukan perjanjian dengan Allah yakni mengakui keesaan-Nya dan menjalankan amanah yang sudah ditetapkan.

Namun fitrahnya, manusia akan lupa setelah lahir ke dunia. Kemudian, setelah hari kiamat nanti, manusia akan kembali diingatkan tentang janji tersebut. Sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al-Hadid ayat 8 yang berbunyi “Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia (Allah) telah mengambil perjanjianmu, jika kamu adalah orang-orang yang beriman”. (QS. Al Hadid, 57:8).

Wallahu a'lam…semoga kita termasuk manusia yang tidak menyianyiakan waktu saat hidup di muka bumi, serta dapat menjalankan amanah yang sudah diembankan Allah kepada kita.
Dajjal Keliling Dunia Menggunakan Pesawat Terbang

Dajjal Keliling Dunia Menggunakan Pesawat Terbang

Dajjal adalah makhluk yang dijanjikan muncul pada akhir zaman. Kehadirannya menandakan jika usia alam semesta tidak lama lagi karena segera datang kiamat besar. Setelah keluar dari persembunyian, Dajjal akan melancarkan aksinya untuk menebar fitnah di muka bumi.

Seluruh negeri dilewati, kecuali Mekah dan Madinah yang dijaga ketat oleh malaikat. Konon makhluk bermata satu ini nantinya akan hidup selama 40 hari. Lantas bagaimana bisa dalam jangka waktu singkat ini Dajjal mampu keliling dunia?

Dajjal Keliling Dunia Menggunakan Pesawat Terbang
Ternyata Nabi Muhammad SAW menegaskan jika saat keluar nanti Dajjal dilengkapi dengan kendaraan super cepat yang terbang di angkasa. Apakah kendaraan yang disebut keledai terbang tersebut adalah sebuah pesawat?

Di jelaskan dalam sebuah hadist yang artinya Ia memiliki keledai yang ditungganginya, lebar antara dua telinganya 40 hasta. (HR Ahmad dalam l Musnad, dan Hakim dalam al-Mustadrok). Keledai putih itu memiliki kekuatan satu langkahnya sama dengan satu mil jaraknya. Keledai tersebut memakan api dan menghembus asap, dapat terbang di atas daratan dan menyeberangi lautan. Kecepatannya seperti awan ditiup oleh angin dan bumi berputar terasa lebih cepat ketika ia berada diangkasa. "Bumi akan digulung untuknya; ia menggenggam awan di tangan kanannya, dan mendahului matahari di tempat terbenamnya; lautan hanya sedalam mata kakinya; di depannya adalah gunung yang penuh asap." (Kanzul-'Ummal, jilid VII, halaman 2998).

Dahulu, ulama bisa saja berpikiran jika Dajjal dibantu para setan dalam menjalankan kendaraanya. Namun, nubuat Nabi Muhammad SAW ini begitu mudah dipahami dijaman kini. Keledai yang dikatakan Nabi, tidak harus diartikan sebagai keledai hewan tunggangan yang biasa digunakan pada masa lalu. Namun keledai ini bisa diartikan sebagai kendaraan. 

Apakah ini pesawat terbang? Wallahu A'lam Bishawab

Dalam hadist di atas jika keledai tersebut memiliki kecepatan seperti awan yang ditiup angin. Seperti diketahui, dewasa ini pesawat terbang kecepatannya memang melebihi kecepatan angin.

 Selanjutnya Nabi SAW bersabda sbb: "Bumi akan digulung untuknya ". Ini berarti Dajjal akan bergerak begitu cepat seolah-olah bumi yang luas ini kelihatan ciut. Gerakan Dajjal melalui udara dikatakan sebagai berikut: "la akan menggenggam awan di tangan kanannya". Artinya ia akan terbang menembus dan di atas awan.

Selanjutnya Nabi Muhammad menerangkan bahwa "Dajjal akan meloncat-loncat di antara bumi dan langit". Semua ini mengisyaratkan perjalanan Dajjal melalui udara. Lebih lanjut diterangkan bahwa Dajjal akan bergerak begitu cepat hingga ia:"Mendahului matahari di tempat terbenamnya"

Pada dewasa ini kapal-udara terbang lebih cepat dari jalannya matahari; orang yang berangkat dari Timur pada pagi hari, akan sampai di Barat sebelum matahari terbenam.

Jika melihat perkembangan transportasi saat ini, pesawat terbang memang paling merajai dunia transportasi. Bisa jadi, inilah keledai terbang yang diucapkan Nabi Muhammad SAW dahulu. Namun, Wallahu A'lam. Allah SWT yang maha mengetahui apa sebenarnya keledai terbang tersebut. Semoga menjadi bahan renungan agar semakin bertambah pengetahuan.
Terompet Kiamat Sudah Berada di Bibir Malaikat

Terompet Kiamat Sudah Berada di Bibir Malaikat

Hari kiamat memang menjadi pro dan kontra. Ada pihak yang percaya, namun ada yang mengabaikan begitu saja. Namun bagi Umat Islam, kehancuran alam semesta memang sudah pasti datang nantinya. Kedatangannya diawali dengan tiupan terompet dari Malaikat Israfil atas perintah-Nya.

Terompet ini ditiup sebanyak tiga kali. Tiupan pertama terjadi guncangan di langit dan bumi. Tiupan kedua membuat semua makhluk hidup mati. Ketiga barulah manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk mendapatkan pengadilan tertinggi.

Memang tidak ada yang tahu pasti kapan ketiga tiupan terjadi. Namun tahukah anda jika saat ini terompet sangkakala tersebut sudah berada di bibir Malaikat Israfil? Hanya tinggal menunggu perintah, maka kiamat tidak akan bisa dihindari. Ingin tahu selengkapnya? Berikut ulasannya.

Kebenaran terompet sangkakala ini sudah banyak dijelaskan Allah SWT di dalam Alquran. Bahwa sebelum kiamat nanti terompet akan ditiup sebanyak tiga kali. Tiga tiupan tersebut sudah dijelaskan dalam Alquran. Diantaranya dalam surat An-Naml: 87 dan az-Zumar: 68

“Dan (ingatlah) hari ketika ditiup sangkakala, terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.” (An-Naml: 87).

Abu Hurairah berkata, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda “Jarak antara kedua tiupan itu adalah empat puluh”

“Ya Abu Hurairah, apakah empat puluh itu?” tanya sahabat.
“Saya tidak tahu,” Jawab Abu Hurairah
“Apakah empat puluh bulan?” tanya sahabat
“Saya tidak tahu,” Jawab Abu Hurairah
“Apakah empat puluh tahun?” tanya sahabat lagi

“Saya tidak tahu,” Jawab Abu Hurairah. “Kemudian Allah menurunkan hujan, maka tumbuhlah manusia seperti pepohonan. Ketika itu tubuh anggota tubuh manusia rusak, kecuali sebuah tulang, yaitu tulang punggung bagian bawah (ekor). Dari tulang itulah manusia dihimpun kembali bentuknya kelak pada hari kiamat ” (HR.Syaikhoin)

Ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (hisab). (QS. az-Zumar: 68).

Meski tidak ada satupun makhluk yang mengetahui kapan datangnya, namun Nabi Muhammad SAW mengabarkan jika waktunya sudah dekat. Bahkan, kini terompet tersebut sudah berada di bibir Malaikat Israfil.

Abu Sa’id ra. Mengungkapkan, Nabi Muhammad SAW bersabda “Bagaimana aku dapat merasakan nikmat, sebab malaikat pemegang sangkakala sudah memasukan sangkakala (ke mulutnya). Dan Ia pasti akan langsung meniup sangkakala itu, jika telah mendengar perintah untuk meniupnya,”

Para sahabat yang mendengarkan merasa takut, lalu Rasulullah SAW bersabda “Ucapkanlah, Cukupkanlah Allah sebagai penolong kami, dan Dia sebaik-baiknya pelindung. Hanya kepada Allah lah kami bertawakkal (berserah diri).” (HR. Tirmidzi)

Lantas, bagaimana dengan kita yang hidup 1400 tahun setelah Nabi? Bukankah kedatangan kiamat semakin dekat lagi? Semoga, setiap hari kita bisa menambah pundi-pundi amal, sebagai bekal untuk menuju kehidupan yang kekal.
Tulang Ini Tidak Hancur Meski Diterjang Kiamat

Tulang Ini Tidak Hancur Meski Diterjang Kiamat

Hari kiamat merupakan peristiwa kehancuran alam semesta beserta isi di dalamnya. Bumi mengalami guncangan dasyat, planet ini mengeluarkan isinya dengan begitu hebat. Saat itu, Yang Maha Kuasa tidak lagi menerima taubat.

Isi dunia luluh lantah, tiada makhluk yang tersisa. Hanya Malaikat Israfil yang saat itu menjalankan tugas untuk meniup sangkakala. Namun tahukah anda, jika ada bagian tubuh kita yang tidak hancur ketika kiamat tiba?

Tulang tersebut adalah tulang ekor atau tulang Sulbi. Dari tulang ini nantinya jasad yang sudah menjadi butiran debu dirakit kembali. Manusia kerap kali tidak menghiraukan bagian tubuh yang dimiliki, padahal tulang  ini, menjadi bukti kebesaran Ilahi. Ingin tahu lengkapnya?

 Kiamat yang maha dasyat tentunya akan menghancurkan seluruh alam semesta dan isinya. Ada hal-hal yang dikatakan tidak akan hancur saat kiamat tiba. Diantaranya surga dan neraka, Arsy atau singgasana Allah SWT, kursi milik Allah SWT, Lauh Mahfuz, qalam atau pena milik Allah.

Memang, kelima hal tersebut begitu istimewa, manusia jangan harap bisa melihatnya. Namun ternyata, selain kelima hal tersebut, dalam diri manusia sendiri juga terdapat bagian yang tidak akan hancur meski kiamat menerjang.

Nabi Muhammad SAW sudah mengatakan jika tulang ekor atau tulang Sulbi  tidak akan hancur walaupun kiamat dasyat menerjang. Hal ini disebutkan dalam banyak hadist, salah satunya Hadist Bukhari berikut ini.

“Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah), kecuali satu tulang yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat” (HR. Bukhari, No.4953)

Ada pula hadist riwayat lainnya yang menjelaskan tentang hal ini.

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallâhu alaihi wa sallam bersabda, “Seluruh bagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor, darinya tubuh diciptakan dan dengannya dirakit kembali.” (HR Muslim nomor 2955)

Masuk akal kah? Apakah ini sulit diterima logika? Ternyata hal ini sangat masuk akal, selain itu sangat mudah diterima oleh logika Muslim. Karena bagi penganut agama ini, cukup Alquran dan hadist yang menjelaskan, maka kami akan percaya sepenuhnya.

Namun hal ini tentu tidak masuk akal bagi mereka yang menolak Alquran dan hadist. Namun tetap saja, tidak ada yang bisa membantah kedua pedoman hidup agama Islam ini. Karena sains pun, ternyata juga membenarkan jika tulang sulbi adalah bagian yang paling kokoh.

Hasil penelitian Dr. Othman al Djilani , profesor bidang histology dan pathologi Sana’a University bersama Syaikh Abdul Majid menunjukan jika sel-sel jaringan tulang ekor tidak berubah meski dibakar dalam suhu tinggi. Penelitian ini dilakukan pada Pada Ramadhan 1423 H untuk mencari tahu kebenaran tentang sabda nabi.

Penelitian itu juga menjelaskan mengapa ketika dilakukan penggalian makam lama yang telah berusia berpuluh-puluh bahkan beratus tahun, ditemukan tulang ekor yang tidak hancur. Benar-benar sesuai dengan sabda Rasulullah.

Han Spemann, seorang ilmuwan Jerman berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935. Dalam salah satu penelitiannya, ia menemukan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Dalam penelitian tersebut ia memotong tulang ekor dari sejumlah hewan melata dan mengimplantasikannya ke dalam embrio organizer.

Pada waktu sperm* membuahi ovum (sel telur), pembentukan janin pun dimulai. Ketika ovum telah terbuahi menjadi zigot, ia terbelah menjadi dua sel dan terus berkembang biak sehingga terbentuk lempengan embrio yang memiliki dua lapisan. Salah satu lapisan disebut Internal Hypoblast yang memiliki beberapa unsur dan jaringan.

Han juga mencoba cara lain. Tulang ekor direbus dan kemudian dihancurkan dengan ditumbuk menjadi serpihan halus. Lalu ia mencoba mengimplantasikan pada janin hewan yang masih dalam tahap permulaan embrio. Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body.
Lakukan Ini Jika Bertemu dengan Dajjal

Lakukan Ini Jika Bertemu dengan Dajjal

Kemunculan Dajjal menjadi salah satu indikator manusia sudah memasuki akhir zaman. Saat dia sudah menampakkan diri, maka Dajjal akan melewati seluruh negeri untuk mencari pengikutnya. Tidak ada satu satu kampung pun kecuali akan disinggahi Dajjal.

Saat itu, kondisi kaum mukmin teramat sangat berat. Dajjal membagikan kemakmuran kepada orang yang beriman kepadanya. Sebaliknya, Ia menimpakan kekeringan dan kesengsaraan kepada kalangan yang menolaknya.

Memang, kehidupan belum tentu membawa kita bertemu dengan mahkluk bermata satu ini. Namun sebagai persiapan, sudah seharusnya umat Islam mengikuti anjuran Rasulullah SAW saat bertemu dengan makhluk ini nanti. Lantas, apa yang harus dilakukan ketika bertemu Dajjal?

Rasulullah SAW dalam sabdanya pernah menerangkan, jika pada suatu zaman kita mendengar Dajjal sudah keluar, maka segera menjauhlah darinya. Meskipun, saat itu jika keimanan sudah sangat tinggi, namun Rasul tetap memerintahkan kita untuk menjauhi. Hal ini dijelaskan dalam hadist riwayat Abu Daud berikut yang artinya:

“Barangsiapa mendengar kemunculan Dajjal, maka menjauhlah darinya. Demi Allah, ada seseorang yang mendatangi Dajjal dan ia mengira bahwa ia punya iman (yang kokoh), malah ia yang menjadi pengikut Dajjal karena ia terkena syubhatnya ketika Dajjal itu muncul” (HR. Abu Daud no. 4319 dan Ahmad 4: 441. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Tipu daya Dajjal teramat dasyat. Di tangannya, Dajjal membawa surga dan neraka seolah ia mampu menjadi Tuhan. Sementara manusia, mudah sekali terpedaya, sehingga sudah seharusnya kita menjauh ketika Dajjal tiba.

“Dia (Dajjal) mendatangi suatu kaum lalu mengajak mereka, maka merekapun beriman kepadanya (Dajjal) dan menerima ajakannya (Dajjal). Lantas dia (Dajjal) memerintahkan langit agar menurunkan hujan, lalu langitpun menurunkan hujan, ia memerintahkan bumi maka bumi menumbuhkan tanaman, memerintahkan hewan ternak lalu hewan-hewan itupun pulang sendiri pada waktu sore kepada kaum itu dalam keadaan paling panjang punuknya (penuh berisi lemak), paling penuh air susunya di dalam kambingnya, dan paling penuh perutnya serta banyak makanannya. Kemudian dia (Dajjal) mendatangi suatu kaum dan menyeru mereka namun kaum itu mendustakan ajakan dan ucapannya (Dajjal), lantas dia (Dajjal) berpaling dari mereka. Maka merekapun menjadi orang-orang yang miskin papa karena sangat kekurangan, tidak mempunyai harta sedikitpun.” (HR Muslim – Shahih)

Dajjal akan menapaki setiap wilayah untuk mencari pengikutnya. Bisa jadi, kondisi kita waktu itu mengharuskan bertemu dengannya. Lalu, apa yang harus dilakukan ketika berpaspasan dengan Dajjal?

Pertama, mintalah kepada Allah sebagai sebaik-baiknya penolong. Kemudian, bacalah permulaah surat Al Kahfi. Rasulullah SAW bersabda sebagaimana dilansir oleh imam ibnu katsir dalam tafsirnya, “bukan dajjal yang amat saya takuti terhadap kamu. bila dia keluar sebaliknya saya berbarengan kamu, saya tentu hendak membela kamu. dan juga bila dia keluar sebaliknya saya tidak berposisi di antara kamu, hingga tiap orang (wajib) membela pribadinya seorang diri dan juga allah ta’ala merupakan khalifah - ku (pengganti, pelindung) atas tiap muslim. Barang siapa di antara kamu yang mendapatkannya (berjumpa dengannya) , hingga bacalah pembukaan (permulaan) tulisan al - kahfi.”

Selanjutnya, jangan terpedaya dengan kenikmatan bak surga yang dijanjikan Dajjal. Karena surga di sisinya, merupakan neraka di sisi Allah.

“Dajjal muncul lalu seseorang dari kalangan kaum mu`minin menuju ke arahnya lalu bala tentara Dajjal yang bersenjata menemuinya, mereka bertanya, ‘Kau mau kemana? ‘ Mu`min itu menjawab, ‘Hendak ke orang yang muncul itu.’ Mereka bertanya, ‘Apa kau tidak beriman ada tuhan kami? ‘ Mu`min itu menjawab: ‘Rabb kami tidaklah samar.’ Mereka berkata, ‘Bunuh dia.’ Lalu mereka saling berkata satu sama lain, ‘Bukankah tuhan kita melarang kalian membunuh seorang pun selain dia.’ Mereka membawanya menuju Dajjal. Saat orang mu`min melihatnya, ia berkata, ‘Wahai sekalian manusia, inilah Dajjal yang disebut oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Lalu Dajjal memerintahkan agar dibelah. Ia berkata, ‘Ambil dan belahlah dia.’ Punggung dan perutnya dipenuhi pukulan lalu Dajjal bertanya, ‘Apa kau tidak beriman padaku? ‘ Mu`min itu menjawab, ‘Kau adalah Al Masih pendusta? ‘ Lalu Dajjal memerintahkannya digergaji dari ujung kepala hingga pertengahan antara kedua kaki. Setelah itu Dajjal berjalan di antara dua potongan tubuh itu lalu berkata, ‘Berdirilah!’ Tubuh itu pun berdiri. Selanjutnya Dajjal bertanya padanya, ‘Apa kau beriman padaku?’ Ia menjawab, ‘Aku semakin mengetahuimu.’ Setelah itu Dajjal berkata, ‘Wahai sekalian manusia, sesungguhnya tidak ada seorang pun yang dilakukan seperti ini setelahku.’ Lalu Dajjal mengambilnya untuk disembelih, kemudian antara leher dan tulang selangkanya diberi perak, tapi Dajjal tidak mampu membunuhnya. Kemudian kedua tangan dan kaki orang itu diambil lalu dilemparkan, orang-orang mengiranya dilempari ke neraka, tapi sesungguhnya ia dilemparkan ke surga.” Setelah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia adalah manusia yang kesaksiannya paling agung di sisi Rabb seluruh alam” (HR. Muslim no. 2938).

Dari hadist di atas, sudah jelas Rasulullah memerintahkan kita untuk tidak tertipu daya. Karena penolakan manusia terhadap Dajjal, adalah sebaik-baiknya saksi di sisi Allah. Semoga kita terhindar dari fitnah Dajjal. Aamiin.
Ternyata, Hidup Manusia di Dunia Hanya 1,5 Jam Waktu Akhirat

Ternyata, Hidup Manusia di Dunia Hanya 1,5 Jam Waktu Akhirat

Kehidupan ini layaknya sebuah misteri. Tidak ada yang pasti, semua hal bak sebuah teka-teki. Namun satu hal yang akan dialami, bahwa setiap mahkluk bernyawa pasti akan mati. Itulah kenapa kita diperintahkan beramal baik sebagai bekal menuju akhirat yang kekal.

Kehidupan dunia memang begitu singkat, terlebih jika dibandingkan dengan masa di akhirat, maka akan terasa sangat pendek.  Konon, satu hari di akhirat itu sama dengan seribu tahun waktu di dunia.

Sehingga, jika hidup manusia dirata-ratakan berusia 63 tahun layaknya Nabi Muhammad, maka, bisa disimpulkan jika waktu hidup di dunia ini hanya satu setengah jam waktu akhirat. Mengapa demikian singkatnya? Berikut selanjutnya.

Akhirat memang menjadi sebuah misteri tak berujung. Akan sangat susah menjelaskannya dengan logika, namun bagi orang beriman, hal ini tentu begitu mudah memahaminya. Bahwa kehidupan di dunia ini, hanya sebuah kefanaan. Ada kehidupan kekal yang tidak berujung setelah kiamat nanti.

Umat Islam percaya jika Allah SWT sudah mempersiapkan akhiratnya. Ada surga dan neraka, ada kenikmatan dan siksa. Ada pula yang paling ajaib, yakni waktunya. Jangan bandingkan waktu di dunia dengan akhirat. Karena perbedaannya akan sangat lama sekali.

Di dalam Alquran di jelaskan jika satu hari di akhirat, sama dengan seribu tahun kehidupan di dunia.  Tidak bisa dipercaya? Susah kah diterima logika? Lagi-lagi, hal ini sangat mudah diterima logika muslim.

Karena semuanya bersumber dari Alquran, yakni kalam yang disampaikan langsung oleh pencipta alam semesta, Allah SWT. Bagaimana kami akan menolaknya? Sedangkan Dia, Yang Maha Tahu segalanya. Hal ini tercantum dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al Hajj: 47)

Juga dalam surat As-Sajadah: 5 yang artinya: “(Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu”(Q.S. As-Sajadah: 5)

Jikalau demikian, maka menurut perhitungan matematika apabila 24 jam sama dengan 1000 tahun, 3 jam di akhirat sama dengan 125 tahun dan 1,5 jam di akhirat sama dengan 62,5 tahun di dunia. Apabila umur manusia rata-rata 60-70 maka hidup manusia tersebut hanya 1,5 jam kalau dilihat dari langit.

Maka dari itu, tidak heran jika manusia senantiasa diingatkan perihal waktu oleh Allah SWT. Bahkan ada begitu banyak perintah Allah agar manusia tidak menyalahgunakan waktu yang dimiliki selama hidup untuk melakukan perbuatan yang tercela.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Q.S Al-Ashr: 1-3)

Inilah salah satu ayat dalam Al-Qur’an yang mengingatkan manusia mengenai pentingnya waktu. Merugilah bagi mereka yang menghabiskan waktunya selama di dunia hanya untuk berfoya-foya tanpa memikirikan akhiratnya. Namun berbahagialah bagi orang-orang yang beriman dan selalu mengerjakan amalan sholeh.

Ternyata waktu 1,5 jam yang dilihat dari langit ini begitu menentukan bagaimana nasib manusia di akhirat kelak. Banyak orang yang mungkin lupa bahwa kehidupan di dunia itu hanyalah sementara, dan akhiratlah tempat paling kekal bagi seluruh umat. Allah Ta’ala berfirman:

Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (dibumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.” (QS. Al-Mu’minuun:114).         

Ada begitu banyak perintah yang diberikan oleh Allah SWT agar waktu 1,5 jam yang disediakan dapat bermanfaat bagi kehidupan di dunia maupun di akhirat kelak. Salah satunya adalah untuk menahan hawa nafsu dan menggantinya dengan mengerjakan sunnah-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.”(QS.Yusuf: 53)

Untuk menjadi penghuni surga di akhirat kelak bukanlah sebuah perkara mudah. Ada begitu banyak hal yang harus diamalkan dan ada pula yang harus ditinggalkan. Salah satu perintah yang harus diamalkan yakni bersabar dalam menghadapi segala ujian yang diberikan. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri.” (QS. At-Thur:48).

Demikianlah ulasan mengenai perbedaan waktu di dunia dan akhirat. Ternyata waktu satu hari di akhirat kelak sama dengan 1000 tahun waktu di dunia. Maka tidak heran jika kita harus senantiasa berjuang di jalan Allah agar dapat mengumpulkan bekal untuk hidup bahagia di akhirat kelak.
Inilah Jin Wanita Pengganggu Anak Kecil Saat Magrib

Inilah Jin Wanita Pengganggu Anak Kecil Saat Magrib

Magrib merupakan waktu yang spesial karena menjadi saat pergantian antara siang dan malam. Namun dibalik itu, waktu ini juga cukup memberikan nuansa horor karena dipercaya menjadi momentum keluarnya setan dan jin.

Anjuran menutup rumah atau menggendong bayi ketika magrib bukan hanya kebiasaan semata. Namun hal ini menjadi salah satu perintah Rasulullah SAW kepada umatnya. Salah satu jin yang akan mengganggu ketika magrib adalah jin wanita berikut ini.

Target utamanya adalah anak-anak yang usianya masih di bawah dua tahun dan Ibu hamil. Konon selain psikis, jin ini juga bisa menyebabkan penyakit fisik. Untuk itu, perlu bagi kita untuk mengenali siapa jin tersebut, bagaimana cara kerjanya, serta mengantisipasinya. Berikut penjelasannya.

Rasulullah SAW sudah sangat jelas memerintahkan umatnya agar ketika magrib menutup pintu dan menggendong bayi yang masih kecil. Dalam shahih Muslim Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya:

“Jika sore hari mulai gelap maka tahanlah bayi bayi kalian sebab iblis mulai bergentayangan pada saat itu, Jika sesaat dari malam telah berlalu maka lepaskan mereka, kunci pintu pintu rumah dan sebutlah nama Allah sebab setan tidak membuka pintu yang tertutup. Dan tutup rapat tempat air kalian dan sebutlah nama Allah. dan tutup tempat makanan kalian dan sebutlah nama Allah. meskipun kalian mendapatkan sesuatu padanya.” (HR Muslim)

Rasulullah sudah jelas mengatakan jika pada waktu magrib ini iblis bergentayangan dan bisa memasuki rumah-rumah. Salah satu Iblis yang akan bergentayangan saat magrib adalah jin wanita pengganggu anak kecil dan ibu hamil.

Jin wanita ini bernama Jin Ummu Sibyan. Mereka akan mengganggu anak-anak yang usianya di bawah dua tahun serta ibu hami. Jin ini pernah menemui Nabi Sulaiman as dan menjelaskan kepada beliau apa target utamanya.

Ia datang dengan ciri-ciri yang sangat menakutkan, terlebih saat melakukan aksinya pada saat magrib. Perempuan tua ini memiliki rambut beruban, dengan dua bola mata berwarna biru, kedua-dua keningnya bertanduk, betisnya kecil, rambut  kusut, mulutnya ternganga dan keluar pucuk api daripadanya, dan bisa memecahkan batu-batan yang besar dengan pekikan suaranya.

Nabi Sulaiman kemudian bertanya pada jin tersebut, “Siapa kamu?Adakah kamu daripada jenis manusia atau jin? Kerana aku tidak pernah melihat orang yang paling hodoh selain daripada engkau. Perempuan itu menjawab: “Akulah Ummu Sibyan (Ibu penyakit sawan) yang dapat menguasai ke atas anak Adam lelaki dan perempuan, aku boleh masuk ke rumah-rumah, boleh berkokok seperti ayam, menyalak seperti anjing, bertebah seperti lembu, bersuara seperti keldai dan kura-kura dan bersiul seperti ular.”

Si jin menjelaskan lagi, jika ia bisa bertukar wajah dan berubah sesuai dengan keinginannya. Kemudian, bisa mengikat rahim perempuan serta membunuh anak-anak yang masih ada di dalam rahim. Mereka masuk ke perut lalu menendang bayi yang masih di dalam rahim, hingga sang Ibu keguguran. Mereka juga mengganggu anak-anak kecil memberikan kepadanya kepanasan yang sangat panas dan kesakitan yang mengerikan. Maka, dengan itu mengigillah badan mereka serta diconteng-conteng rupa paras mereka supaya dibenci orang.

Nabi Allah Sulaiman menangkapnya dan berkata : “Wahai perempuan yang celaka! Kamu tidak boleh lari dari genggamanku sehingga berikan satu perjanjian dan sumpah setia kepada anak-anak Adam, lelaki dan perempuan”.

Dalam keseharian, mungkin kita sering melihat ada anak-anak yang menangis ketika magrib tiba. Tidak hanya itu, mereka menjerit dengan mata terbelalak ke arah tertentu seperti melihat sesuatu. Tidak jarang, anak-anak juga demam tinggi hingga berakibat fatal yakni kematian.

Orang tua seharusnya mengikuti anjuran Nabi ini. Menutup pintu ketika magrib, serta menggendong anak-anak mereka yang masih kecil. Pasalnya, gangguan dari jin Ummu Sibyan ini bisa menyebabkan penyakit bagi anak seperti sawan tangis, autisme, nakal, dan pelbagai komplikasi otak.

Wanita hamil juga harus lebih waspada. Jika mengalami ciri-ciri seperti rasa sesak pada dada, kusut pikiran, sakit pada bagian tulang belakang, mengigau ketika tidur, serta bermimpi yang menyeramkan, agar segera mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan pengobatan Islami. Caranya adalah dengan membacakan doa berlindung dari setan dan jin. Ambillah satu sendok madu asli dan kurma lalu bacakan doa-doa seperti surat Al Fatihah, ayat Kursi, Surat Al Baqarah, Surat Ali Imran. Konsumsi ini setiap sarapan pagi.

Hal yang terpenting adalah mengikuti perintah Rasulullah SAW untuk menutup pintu dan menggendong bayi ketika magrib tiba.

“Jangan kalian membiarkan anak anak kalian di saat matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam sebab setan berpencar jika matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam,”  (Dari Jabir dalam kitab Sahih Muslim).

Wallahu'alam Bissawab
Baca Ayat Ini untuk Hancurkan Ilmu Sihir

Baca Ayat Ini untuk Hancurkan Ilmu Sihir

Sihir menjadi salah satu perbuatan perbuatan yang tidak disukai oleh Allah SWT. Pasalnya, ketika seseorang memanfaatkan ilmu sihir untuk mencelakakan orang lain maka disaat itu ia telah mendekatkan diri kepada syaitan.

Jika seseorang terkena ilmu sihir, maka ia bisa mengalami sakit, masalah berkepanjangan, atau bahkan kematian. Maka orang di sekitarnya akan berusaha untuk mengeluarkan sihir tersebut lewat cara ruqyah.

Ruqyah biasanya dilakukan dengan membaca ayat-ayat di dalam Al-Qur’an. Agar ruqyah tersebut  berhasil maka kita harus membaca ayat untuk menghancurkan ilmu sihir. Lantas, ayat apa sajakah yang harus dibaca tersebut? Berikut informasi selengkapnya.

1. Al Baqarah Ayat 102

Ayat pertama yang dapat digunakan untuk menghancurkan sihir terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 102. Allah Ta’ala berfirman:

"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui."

2. Al A'raaf Ayat 117-122
Surah selanjutnya yang dapat menghancurkan ilmu sihir yakni QS. Al-A’raaf ayat 117-122. Allah Ta’ala berfirman:

"Dan Kami wahyukan kepada Musa: "Lemparkanlah tongkatmu!". Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina. Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud. Mereka berkata: "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, (yaitu) Tuhan Musa dan Harun"."

Di dalam ayat tersebut, Allah SWT memberitahukan bahwa Dia telah mewahyukan kepada hamba dan Rasul-Nya, Musa as. dalam situasi yang sangat genting. Yakni situasi untuk membedakan yang haq dan yang bathil. Kemudian Allah memerintahkan kepada Musa agar melemparkan tongkat yang ada di tangan kanannya.

Fa idzaa Hiya talqafu (“Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan.”) Maksudnya memakan. Maa ya’fikuun (“Apa yang mereka sulapkan.”) Yaitu, apa yang telah mereka lemparkan dan apa yang mereka buat seakan-akan nyata, padahal sebenarnya adalah bathil.

Ibnu ‘Abbas berkata: “Lalu tongkat Musa itu tidaklah melewati tali-tali dan tongkat-tongkat mereka itu melainkan ditelannya. Akhirnya para ahli sihir itu mengetahui bahwa hal itu merupakan sesuatu yang datang dari langit dan bukan sihir. Maka mereka pun meniarapkan diri dengan bersujud seraya mengatakan: aamannaa bi rabbil ‘aalamiina rabbi muusaa wa Haaruuna (“Kami beriman kepada Rabb semesta alam. Yaitu Rabb Musa dan Harun.”)

Muhammad bin Ishaq berkata: “Tongkat Musa itu mengejar tali-tali dan tongkat-tongkat mereka satu persatu sehingga apa yang mereka lemparkan itu tidak terlihat lagi di lapangan. Setelah itu, Musa as. mengambil kembali tongkatnya seperti sediakala. Dan para ahli sihir itu pun bersujud seraya berkata, “Kami beriman kepada Rabb semesta alam, yaitu Rabb Musa dan Harun. Seandainya ia adalah seorang tukang sihir, niscaya ia tidak dapat mengalahkan kami.”

3. Yunus Ayat 81-82:
Ayat terakhir yang juga dapat digunakan untuk menghancurkan sihir ialah QS. Yunus ayat 81-82. Allah SWT berfirman:

"Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: "Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya" Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan.Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya)"

4. Thaha ayat 69

Surah terakhir yaitu QS. Thaha ayat 69, Allah Ta’ala berfirman: "Dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. "Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang."

Jika orang-orang yang terkena sihir ataupun gangguan jin kemudian dibacakan ayat-ayat di atas, maka mereka akan merasakan tanda-tanda khusus. Di antaranya yaitu akan ada rasa yang menjalar di tubuh, bergetar atau kesemutan dari ujung badan/persendian. Ada pula yang merasakan sakit kepala yang hebat serta sesahk napas.

Demikianlah informasi mengenai ayat-ayat yang bisa dibacakan ketika seseorang terkena sihir dari orang-orang yang mengerjakan kebathilan. Semoga bisa menjadi sumber referensi bagi kita untuk menolong orang lain yang terkena sihir.
Awas, Kamar Kosong Berpotensi Ditinggali Jin

Awas, Kamar Kosong Berpotensi Ditinggali Jin

Memiliki rumah yang besar dan luas tentu menjadi idaman bagi banyak orang. Kemudian mereka akan mendesain ruangan sedemikian rupa agar terlihat nyaman untuk ditinggali. Selain mendesain interiornya, mereka juga menambah ruangan untuk dijadikan kamar.

Biasanya banyak orang yang beralasan membuat kamar baru untuk tamu atau kerabat yang datang ke rumahnya. Namun kenyataannya, kamar tersebut justru sering kosong daripada digunakan. Padahal sebenarnya kamar yang kosong ini berpotensi besar untuk ditinggali jin.

Mungkin kita sering mendengar fenomena ketindihan jin yang menyebabkan orang tersebut tidak dapat bergerak. Seperti itulah salah satu akibat dari kamar yang dibiarkan kosong tersebut. Lantas apa sajakah mengapa jin berpotensi untuk tinggal di kamar kosong? Berikut informasi selengkapnya.

Ternyata memiliki banyak kamar yang akhirnya menjadi kamar kosong dalam sebuah rumah memang tidak dianjurkan dalam agama Islam. Hal ini dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya bahwa kamar yang kosong ini akan ditempati oleh setan. Dalam sahih Muslim yang diriwayatkan oleh Jabir Bin Abdullah, bahwa Rasullullah SAW pernah bersabda :

“Kamar pertama untuk laki-laki, kamar kedua untuk istrinya, kamar ketiga untuk tamu, dan kamar keempat untuk setan”

Maksud dari hadist di atas ialah kamar-kamar kosong yang berada dalam sebuah itu menjadi tempat yang disukai oleh jin dan kawanannya. Terlebih lagi jika kamar tersebut kosong sama sekali dalam artian tidak pernah ditinggali, tidak pernah dipakai untuk melakukan aktivitas apapun.

Apalagi jika kamar kosong yang dimaksud ini tidak pernah digunakan untuk berdzikir, mengingat Allah dan beribadah kepada-Nya maka potensinya untuk ditinggali jin akan semakin besar. Bahkan tidak hanya satu jin yang akan menempatinya, melainkan akan mengundang banyak jin lainnya untuk tinggal.

Bukan hanya untuk waktu yang lama saja, bahkan kamar yang hanya kosong begitu ditinggal penghuninya bangun tidur saja sudah berpotensi untuk dihuni jin. Maka dari itu, Rasulullah SAW menganjurkan kepada kita untuk melakukan membersihkan tempat tidur ketika hendak menggunakannya kembali. Rasullullah pernah bersabda, diriwayatkan Abu Hurairah :

“Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tempat tidurnya, lalu kembali lagi, maka hendaknya dia membersihkannya dengan mengibaskan ujung sarungnya tiga kali. Sebab dia tidak tahu apa yang terjadi padanya sesudah dia tinggalkan. Dan kalau dia berbaring hendaknya dia membaca doa: “Dengan nama-Mu, Tuhanku, aku membaringkan pinggangku, dan dengan nama-Mu aku meninggalkannya. Kalau Engkau mencabut nyawaku, maka sayangilah ia, dan kalau Engkau memeliharanya, maka peliharalah ia sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba Mu yang saleh”.

Jadi hendaknya sebagai kaum muslimin kita tidak membiarkan kamar tersebut kosong. Gunakanlah untuk beraktivitas terutama sekali aktivitas untuk mengingat Allah SWT. Dengan demikian maka jin yang hendak menempati ruangan tersebutpun akan menjauh.

Demikianlah ulasan mengenai kamar kosong yang berpotensi ditinggali jin. Maka dari itu, usahakan untuk tidak membuat kamar berlebihan dan bersihkanlah kamar yang digunakan sebelum tidur. Tidak hanya itu, lakikan pula amalan yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah SAW seperti berwudhu, membaca ayat kursi, berdoa, berdzikir dan adab-adab tidur lainnya.
Meski Terkubur, Jasad Manusia Ini Tidak Membusuk

Meski Terkubur, Jasad Manusia Ini Tidak Membusuk

Setiap makhluk yang bernyawa tentu akan mengalami kematian. Tidak ada seorang pun yang dapat menghindari takdir ini dan berakhir terkubur di liang lahat. Ketika jasad bersatu dengan tanah, maka akan terjadi proses pembusukan mayat.

Mikroba yang hidup di dalam usus, dan enzim-enzim akan terlepas dari sel-sel tubuh setelah manusia tersebut meninggal. Proses pembusukan ini juga dibantu oleh larva-larva yang berkembang biak dengan sangat cepat. Hingga dalam waktu sekejap, tubuh tinggal tulang belulang.

Namun, hal tidak semua tubuh orang meninggal akan membusuk dan hancur. Ada beberapa jasad yang meskipun sudah terkubur di dalam tanah tetap utuh dan tidak busuk. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Siapa sajakah yang jasadnya tidak akan membusuk tersebut? Berikut informasi selengkapnya.

1. Para Nabi
Para nabi adalah sosok yang senantiasa memperjuangkan agama Islam. Memperjuangkan agama Islam menjadi amalan yang paling tertinggi bagi seorang muslim. Setiap penderitaan, kesusahan yang dialami para pejuang ini akan dibayar oleh Allah dengan surga yang abadi. Orang-orang inilah yang memiliki kedudukan mulia di sisi Allah SWT.

Tidak hanya kemuliaan di akhirat kelak, bahkan ketika mereka wafat pun jasadnya tidak akan membusuk di dalam tanah. Rasulullah SAW menjelaskan dalam sabdanya bahwa jasad para nabi tidak akan membusuk karena dimakan (binatang) tanah:

“Sesungguhnya yang paling utama di antara hari kalian adalah hari Jumat. Pada hari ini Adam diciptakan dan dimatikan. Pada hari ini pula terjadi peniupan sangkakala dan kematian massal. Maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari ini karena shalawat kalian itu akan diperlihatkan kepadaku.” Mereka bertanya,’’Wahai Rasulullah, bagaimana sholawat kami akan diperlihatkan kepadamu sedang jasadmu telah lapuk (remuk).” Maka Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mengharamkan binatang tanah memakan jasad para nabi alaihimus salam.” (HR. An-Nasa’i dan Ibnu Majah).

2. Para Syuhada dan Ahli Jihad Fisabilillah yang Memperjuangkan Islam

Selain para nabi, ternyata jasad para syuhada dan ahli jihad fisabilillah yang senantiasa memperjuangkan agama Islam juga tidak akan membusuk walaupun sudah dikubur di dalam tanah. Allah Subhanahu wa Taala berfirman:

"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya." (QS. Al Baqarah: 154).

Pada zaman Rasulullah SAW juga ditemukan jasad yang tidak membusuk walaupun sudah terkubur selama enam bulan.

Jabir bin Abdillah bercerita : “menjelang perang Uhud ayahku memanggilku pada malam hari. Ia berkata,’Aku merasa akan menjadi orang pertama yang gugur diantara sahabat rasulullah. Sungguh aku tidak meninggalkan seorangpun yang lebih aku sayangi dibanding kamu disamping diri Rasululullah. Sesungguhnya aku memiliki hutang maka lunasilah. Dan, bersikaplah yang baik kepada sudara-saudara perempuanmu. Keesokan harinya iapun menjadi orang yang pertama gugur. Ia dimakamkan bersama yang lain dalam satu kubur. Tetapi hatiku merasa kurang nyaman membiarkan ayahku berbagi kubur dengan orang lain. Karenanya selang enam bulan kemudian, aku membongkar makamnya dan mengeluarkannya. Ajaib, jazadnya masih utuh seperti ketika aku menguburkannya (Diriwayatkan oleh Bukhari)

Tentu saja ini menjadi pertanyaan bagi berbagai pihak mengapa hal tersebut bisa terjadi. Dr. Abdul mencoba untuk menemukan jawabannya lewat sebuah penelitian. Menurut hasil risetnya yang diuraikan dalam sebuah buku berjudul Al Mukrubat wa Karamatusy Syuhada (Jasad Syuhada Tak Membusuk)

Menurutnya, mikroba-mikroba itu tidak merusak jasad para nabi dan syuhada disebabkan Allah SWT lah yang memerintahkan mikroba tersebut berbuat demikian. Allah SWT menciptakan mikroba, membuat sunatullah bahwa tugas mikroba

Lantas, apa yang menyebabkan mikroba bertugas untukmenguraikan makhluk hidup yang telah mati, maka Dia pula yang bisa mengubah sunnatullah itu pada sesuatu yang dikehendakiNya. Jadi, mikroba adalah makhluk yang sangat patuh kepada Penciptanya,

3. Jasad Alim Ulama yang Menegakkan Kalimat Allah
Ternyata para alim ulama yang senantiasa menegakkan kalimat Allah SWT juga akan mendapat kemulian berupa tidak akan membusuknya jasad mereka setelah dikubur kelak. Tentu saja ini merupakan kabar gembira bagi mereka yang senantasia menyebarluaskan kebajikan.

4. Jasad Penghafal Al-Qur’an dan Beramal dengan Al-Qur’an
Jasad selanjutnya yang tidak akan membusuk ialah jasad penghafal Al-Qur’an dan mereka yang beramal dengan Al-Qur’an tersebut. Al-Qur’an merupakan kitab suci yang diturunkan Allah kepada Rasulullah SAW. Sudah sepatutnya kita mempelajari dan mengamalkan isi kitab ini dengan sungguh-sunggu h sebab ada banyak kebaikan di dalamnya.

5. Jasad Pemimpin yang Adil dalam Menegakkan Syariat Islam
Menjadi seorang pemimpin memang bukan perkara mudah. Ia harus mampu bersikap adil, dan menjalankan tugas yang diamanatkannya tersebut dengan baik. Tidak hanya itu, ia juga harus menegakkan syariat agama Islam ketika menjalankan tugasnya. Sebab ternyata ada ganjaran luar biasa jika ia melakukan hal tersebut, salah satunya yaitu jasadnya tidak akan membusuk.

6. Jasad Tukang Adzan yang Tidak Meminta Imbalan
Jasad selanjutnya yang tidak akan membusuk ialah jasad tukang adzan yang tidak meminta imbalan. Menjadi seorang muadzin adalah pekerjaan yang mulia. Akan lebih baik lagi jika ketika melaksanakan tugas ini tidak meminta imbalan kepada orang lain. Karena ketika kita melaksanakannya dengan ikhlas maka Allah akan membalas dengan tidak membusukkan jasadnya saat dikubur kelak.

7. Jasad Wanita yang Meninggal Ketika Melahirkan Anak serta Senantiasa Taat kepada Perintah Allah
Ada begitu banyak kemuliaan menjadi seorang wanita. Bahkan ketika ia meninggal dalam prosesi melahirkan juga akan mendapatkan ganjaran yakni jasadnya tidak akan membusuk. Namun dengan catatan, wanita tersebut ialah orang yang selalu taat kepada perintah dari Allah SWT.

8. Jasad Orang yang Mati dibunuh atau dianiaya Karena Mempertahankan Kehormatan diri dan Agama
Jasad selanjutnya yang tidak akan membusuk saat dikebumikan ialah mereka yang mati dibunuh atau dianiaya karena mempertahankan kehormatan diri dan agama.

9. Jasad Orang yang Mati di Siang atau di Malam Jumat

Jasad terakhir yang tidak akan membusuk ialah jasad orang yang meninggal di siang atau di malam jumat. Namun dengan catatan mereka senantiasa beriman kepada Allah SWT. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

“Jenazah orang yang mati di siang hari atau di malam Jumat jika mereka itu dari kalangan orang yang beriman yang senantiasa menjaga kewajiban yang telah diperintahkan ketika hidup di dunia.” (HR. Bukhari Muslim)

Demikianlah informasi mengenai jasad manusia yang tidak membusuk meskipun sudah lama dikubur di dalam tanah. Sungguh kemuliaan yang tidak terhingga bagi mereka yang senantiasa menjunjung tinggi dan memperjuangkan agama Allah SWT ini.
Wujud Asli Malaikat Jibril yang Bikin Takjub

Wujud Asli Malaikat Jibril yang Bikin Takjub

Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada para Nabi dan Rasul Allah. Diantara banyaknya malaikat yang ada, nama Jibril memang begitu populer sebagai penyampai risalah.

Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu dari manusia di bumi yang sering bertemu dengan malaikat berjuluk Ruh al Qudus ini. Namun setiap kali bertemu, Jibril selalu tampak dalam rupa seorang manusia biasa dan bukan wujud sebenarnya.

Namun, ada kesempatan dimana Rasulullah SAW bisa melihat rupa asli dari malaikat Jibril. Beliau terkagum tat kala melihat sayap sang malaikat yang membentang dari barat–timur alam semesta. Begitu menakjubkan bukan? Bagaimana selengkapnya? Berikut ulasannya.

Nabi Muhammad SAW menjadi manusia yang beruntung karena bisa melihat langsung wujud asli Malaikat Jibril. Tidak ada nabi dan rasul lainnya yang diperlihatkan wujud asli dari pemimpin malaikat ini. Namun Beliau hanya bisa melihatnya dua kali. Sementara pada pertemuan  lainnya, malaikat ini selalu datang dalam wujud manusia biasa.

"Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu ( dalam rupanya yang asli ) pada waktu yang lain" ( An-Najm 53:13 ).

Peristiwa pertama saat Nabi bertemu Malaikat Jibril terjadi pada saat turunnya wahyu yang kedua yakni QS. Al Muddatssir : 1-5. Pada saat itu, usia Nabi genap 40 tahun.

Dalam Shahih Al Bukhari ketika itu malaikat Jibril terlihat duduk di atas kursi di antara langit dan bumi dan terus mendekati nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dalam kitab tafsir sowi hlm 176 Jilid 4 dijelaskan bahwa Nabi Muhammad melihat Malaikat Jibril menampakan diri (pertama kali) yang tingginya telah ada di ufuk (melewati batas penglihatan). Maka bertanya Rasulullah shalallahu alaihi wassalam

"Wahai Jibril aku tidak mengira bahwa Allah menciptakan makhluk (yang sangat besar) seperti bentuk mu ini.

Malaikat Jibril menjawab: "Wahai Muhammad. "Sesungguhnya aku (hanya) telah membentangkan dua sayap. Sesungguhnya aku memiliki 600 sayap, yang ukuran setiap sayapnya seluas antara timur dan barat."
"Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berkata: "Sesungguhnya penciptaanmu sangat Besar"

Malaikat Jibril berkata: "Dan tidaklah aku disamping ciptaan-ciptaanAllah hanyalah sesuatu yang kecil.. Dan Allah telah menciptakan Israfil, dia lebih besar dan memiliki 600 sayap, dan setiap sayapnya seukuran seluruh sayapku.. Sesungguhnya dia melipat sayapnya karena takut kepada Allah, sampai-sampai dia melipatnya sekecil mungkin."

Pada saat bertemu dengan Nabi dalam wujud asli, Malaikat Jibril menggunakan baju kebesarannya, putih laksana mutiara yang larut, dengan rupa yang begitu elok dan rupawan, dan dengan kekuatan yang dahsyat penuh mukzijat.

Dalam kisah suci perjalanan Isra’ Mi’raj, sesampainya di pos perjalanan Sidratul Muntaha, Malaikat Jibril tidak sanggup lagi mendampingi Rasulullah untuk terus naik menghadap kehadirat Allah SWT, Jibril berkata : “Aku sama sekali tidak mampu mendekati Allah, perlu 60.000 tahun lagi aku harus terbang. Itulah jarak antara aku dan Allah yang dapat aku capai. Jika aku terus juga ke atas, aku pasti hancur luluh”.

Wallahu A'lam Bishawab
Stop Percaya Hari dan Angka Sial, Ini Alasannya

Stop Percaya Hari dan Angka Sial, Ini Alasannya

Meski sudah hidup pada zaman modern, namun manusia tidak bisa lepas dari mitos dan takhayul. Ada saja hal-hal yang masih dianggap tabu dan dipercaya meski sudah hidup diera kecanggihan teknologi  yang maju. Salah satu yang masih dipercaya adalah tentang mitos hari dan angka yang dianggap sial.

Dua hal ini dihindari untuk menjauhkan diri dari keburukan yang dipercaya akan menimpa orang-orang yang menggunakan. Tidak heran jika banyak orang yang batal menggelar acara pada hari-hari tertentu dengan alasan bisa tertimpa sial.

Padahal sejatinya semua hari dan angka adalah baik. Rasulullah SAW juga menyatakan keharaman dari kebiasaan tersebut. Pasalnya bisa berdampak buruk jika tetap percaya hal tersebut. Berikut selengkapnya.

Sebagai contoh, masyarakat begitu takut menyelenggarakan acara pada bulan Muharram. Bulan yang di Indonesia akrab disebut bulan Suro ini memang terkenal angker. Sehingga jarang sekali digunakan untuk menyelenggarakan semisal pernikahan dan pesta lainnya. Konon, mereka yang tetap nekat menggelar kegiatan di bulan ini akan tertimpa sial.

Demikian dengan angka 13. Angka ini begitu ditakuti karena dianggap menjadi angka sial. Jika mengalami sesuatu karena mendapatkan angka itu, pasti akan disangkut pautkan terhadap mitos yang selama ini berkembang di masyarakat.

Perlu diketahui, kepercayaan terhadap hari, angka, tanggal dan hal lainnya yang dianggap membawa sial adalah kebiasaan masyarakat jahiliyah pada zaman dahulu. Islam datang dengan cahaya menghapus dan mengharamkan hal tersebut.

Namun kini, sepertinya banyak muslim yang justru kembali ke zaman itu. Dengan mempercayai adanya hari dan angka sial.

”Allah ’Azza wa Jalla berfirman,’Aku disakiti oleh anak Adam. Dia mencela waktu, padahal Aku adalah (pengatur) waktu, Akulah yang membolak-balikkan malam dan siang.” (HR. Muslim no. 6000)

”Allah ’Azza wa Jalla berfirman,’Aku disakiti oleh anak Adam. Dia mengatakan ’Ya khoybah dahr’ [ungkapan mencela waktu, pen]. Janganlah seseorang di antara kalian mengatakan ’Ya khoybah dahr’ (dalam rangka mencela waktu, pen). Karena Aku adalah (pengatur) waktu. Aku-lah yang membalikkan malam dan siang. Jika suka, Aku akan menggenggam keduanya.”  (HR. Muslim no. 6001)

Dari hadist di atas dapat disimpulkan jika Allah SWT marah jika hamba-Nya mencela waktu. Pasalnya, Dia lah pengatur waktu dan yang berkuasa membolak balikkan itu.

Dalam hadist lain, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengabarkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (menganggap sial dengan sesuatu), tidak ada kesialan dengan keberadaan burung hantu dan tidak ada pula kesialan bulan Shafar.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kita harus tahu, mencela waktu dan menganggap sial sesuatu dapat membuat manusia terjerumus ke lembah dosa. Celaan untuk kedua hal ini adalah termasuk dalam kategori syirik akbar (syirik yang mengekuarka pelakunya dari Islam).

Dengan celaan itu, kita menyandarkan berbagai kejadian pada selain Allah. Padahal siapa yang meyakini ada pencipta selain Allah, maka termasuk kafir.  Untuk itu, berhati-hatilah dalam berucap. Berhati-hatilah dalam melakukan sesuatu. Bukankah selalu ada malaikat yang melihat tindak tanduk kita.
Tindakan Keluarga yang Membuat Mayit Diazab Malaikat

Tindakan Keluarga yang Membuat Mayit Diazab Malaikat

Hidup adalah pilihan, namun kematian adalah pasti. Tidak ada yang bisa mengelak jika Malaikat Izrail mendatangi kelak. Siap tidak siap, mau tidak mau, jika sudah ajalnya maka ruh akan tetap meninggalkan dunia yang fana menuju barzah.

Kondisi ini tentu sangat menyakitkan bagi keluarga yang ditinggalkan. Kehilangan orang yang dicintai untuk selama-lamanya akan menimbulkan luka dan kesedihan. Tidak jarang, ungkapan itu terlalu berlebihan sehingga justru menyulitkan si mayit.

Bahkan dalam sebuah riwayat dijelaskan jika mayit bisa mendapat azab dari malaikat karena tindakan yang dilakukan oleh keluarganya. Sekilas terkesan sebagai bentuk rasa sayang, namun bagi mayit tindakan itu justru menyulitkan. Apa saja? Berikut ulasannya.

Ternyata tindakan-tindakan berlebihan ketika meratapi kepergian keluarga yang sudah meninggal akan menjadi musibah tersendiri bagi mayit. Dalam satu kondisi mungkin saja bisa dimaklumi mengingat begitu sakitnya ditinggalkan oleh orang-orang yang disayangi.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah riwayat. Baginda menjelaskan beberapa tindakan keluarga yang justru membuat mayit dilaknat.

“Barangsiapa yang menghitamkan pintu rumahnya atau pakaiannya ketika terjadi musibah kematian atau memukuli tokonya, menebangi pohon atau memotong rambutnya, maka akan dibangun untuk dirinya setiap rambut satu rumah dari api neraka. Allah tidak menerima penasarufan (harta)nya dan sedekahnya selama pintu rumahnya masih tetap hitam (tanda duka yang mendalam). Allah juga akan menyempitkan kubur si mayit, akan menguatkan hisabnya, dan si mayit akan dilaknati oleh seluruh malaikat yang ada di langit dan di bumi. Akan ditulis pada diri si mayit seribu kesalahan dan dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan telanjang.

Barangsiapa merobek-robek saku bajunya ketika terkena musibah, maka Allah akan merobek-robek agamanya. Kalau sampai menampar pipinya atau mencakari wajahnya, maka dia diharamkan melihat Allah.”

Dalam hadis lain diceritakan, “Ketika anak Adam meninggal lalu ada jeritan di dalam rumahnya, maka berdirilah malaikat maut di pintu rumahnya seraya berkata kepada mereka, ‘Jeritan apa ini, demi Allah, aku tidak mengurangi umur salah seorang dari kalian, tidak mengurangi rezeki kalian, aku juga tidak menganiaya salah seorang dari kalian jika jeritan itu disebabkan oleh aku. Aku hanyalah seorang hamba yang diperintah. Apabila jeritan tersebut disebabkan adanya kematian, maka hal itu adalah sesuatu yang terpaksa. Sedangkan jika jeritan itu disebabkan dari Allah, maka kalian adalah benar-benar orang yang bodoh yang tidak tahu ajal, demi Allah, aku akan kembali lagi padamu, kemudian akan kembali lagi untuk mencabut ruhmu’.”

Sungguh, jika mayit bisa terbangun dan mengungkapkan rasa sakitnya sakaratul maut, maka yang hidup tidak akan menangisinya, namun menangisi diri sendiri karena takut ketika ajal menjelang.

Semoga kita menjadi orang-orang yang diberi kesabaran dalam menghadapi sebuah musibah.
Benarkah Dajjal Akan Muncul di Iran?

Benarkah Dajjal Akan Muncul di Iran?

Dajjal merupakan sosok makhluk bermata satu yang menjadi musuh besar Islam. Kehadirannya merupakan pertanda dunia memasuki akhir zaman. Ketika Dajjal muncul, maka semesta harus siap menghadapi kehancuran.

Konon kini sudah banyak manusia yang menjadi pengikutnya. Alam pun sudah memberikan isyarat akan kemunculannya. Mulai dari menyusutnya sungai Tiberias, sampai turunnya salju di kawasan Jazirah Arab yang kian meluas.

Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan jika Dajjal akan muncul pertama kali di wilayah Timur. Konon, banyak pihak yang mengatakan jika wilayah itu adalah negara Iran. Benarkah demikian? Berikut ulasannya.
Sebagai umat Islam, pasti sangat familiar dengan nama Dajjal. Makhluk ini adalah musuh besar selain Iblis dan setan. Kabar tentangnya disampaikan Nabi Muhammad SAW dalam hadist-hadistnya.

Sebagai Muslim, berita ini merupakan sebuah kabar yang pasti karena disampaikan langsung oleh sang Pembawa Kabar dari Tuhan semesta alam. Perkara Dajjal adalah masalah  akidah dan keyakinan, sehingga apapun tentangnya, umat sudah harus siap dengan berbagai persiapan.

Konon dikabarkan, jika Nabi Muhammad SAW bersabda, jika Al Masih Ad Dajjal akan muncul di wilayah Timur. Hal ini diterangkan dalam beberapa riwayat. Salah satunya dari Fatimah binti Qais yang mendengar jika Nabi Muhammad

"Tidaklah dia (Dajjal) di laut syam, atau laut Yaman, tidak. Tetapi dari arah Timur. Dia dari arah Timur, dia dari arah Timur.." dan beliau berisyarat dengan tangannya ke arah Timur. (HR. Muslim 2942, dan Abu Daud 4326).

Lantas apakah makna Arah Timur ini? Ternyata dalam bahasa syariat, mata angin hanya memiliki empat arah, yakni utara, selatan, timur, dan barat. Arah seperti tenggara, timur laut, barat daya, atau barat laut tidak dikenal dalam syariat.

Maka dari itu ketika Nabi menjelaskan tentang kiblat Kota Madinah, Beliau memerintahkan agar penduduk kota menghadap antara timur dan barat. Kota Madinah, berada di utara Mekah. Selama penduduk Madinah menghadap ke arah selatan (antara timur dan barat) maka dia dianggap telah menghadap kiblat.
"Daerah antara timur dan barat adalah kiblat." (HR. Nasai 2243, Turmudzi 342, Ibnu Majah 1011 dan dishahihkan al-Albani).

Kembali ke fokus Dajjal muncul di Iran. Seperti dijelaskan di atas, jika Nabi Muhammad SAW menjelaskan jika nantinya Dajjal keluar dari arah timur. Namun dalam riwayat ini Nabi tidak menjelaskan secara pasti, timur yang mana si Dajjal akan muncul.

Jika dipahami secara syariat, maka yang termasuk didaerah timur antara utara dan selatan kota Madinah adalah daerah Saudi timur, Irak, Iran, dan negara-negara asia timur.

Namun ternyata, ada riwayat lain yang menegaskan tentang kota yang menjadi tempat keluarnya Dajjal.  Dari Abu Bakr ash-Shidiq radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda:

 "Dajjal keluar dari daerah di sebelah Timur, namanya Khurasan." (HR. Ahmad 33, Tumudzi 2237, Ibnu Majah 4072, dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Riwayat lain dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Dajjal akan keluar dari daerah Yahudiyah Asbahan. Dia bersama 70 ribu orang Yahudi." (HR. Ahmad 13344, Abu Yala al-Mushili dalam musnadnya 3639, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Al-Hafidz Ibnu Katsir mengatakan: "Pertama mulai munculnya Dajjal di Asbahan, tepatnya di dataran bebatuan, yang dinamakan kampung Yahudiyah. Dajjal dibela oleh 70 ribu orang yahudi dari penduduk Asbahan." (An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim, Hal. 59).

Dua riwayat ini terlihat saling bertentangan, dimana khurasan terdiri dari  Nishapur (Iran), Herat (Afganistan), Merv (Turkmenistan), dan berbagai negeri di Selatan sungai Jihun (sungai Amu Darya) (Mujam al-Buldan, 2:350).

 Sedangkan Asbahan atau sering juga disebut Asfahan adalah wilayah Iran dan berada  340 km di Selatan Teheran. Ketika Bukhtanshar menyerang Baitul Maqdis dan menjadikan penduduknya sebagai tawanan, bersama orang Yahudi. Kemudian mereka ditempatkan di Asfahan. Akhirnya wilayah tersebut dinamakan kampung Yahudiyah. Ibu kota Asfahan saat ini adalah Yahudiyah (Mujam al-Buldan, 1:208).

Namun jika dilihat dari peta negara Iran, Khurasan dan Asfahan berimpit di bagian Timur Laut wilayah Iran. Hanya Allah SWT yang mengetahui pasti dari titik mana Dajjal akan muncul, yang pastinya dari 2 titik tersebut. Dan satu yang pasti, jika nanti saat kemunculannya Dajjal akan diikuti oleh banyak orang Yahudi. 

Ternyata fakta ini kini kian terlihat. Berdasarkan  catatan dari Frances Harrison, BBC News pada tahun 2006 lalu, ada sekitar 25 ribu Yahudi yang berdiam di negeri Iran. Meskipun lagaknya melawan zionis, tapi Iran menjadi tempat yang aman bagi Yahudi.

Pemimpin komunitas Yahudi Iran, Mr. Hammami mengaku bahwa Khomaini membedakan antara Yahudi dan Zionis. Dan dia mendukung Yahudi. Dari sinilah Kita bisa mendapatkan jawaban, mengapa Dajjal muncul di Iran. Wallahu A'lam Bishawab
Masjid Ini Jadi Tempat Perjanjian Rasulullah dan Jin

Masjid Ini Jadi Tempat Perjanjian Rasulullah dan Jin

Umat Islam tentu menyimpan kerinduan terhadap Nabi Muhammad SAW. Selain mengikuti ajarannya, banyak muslim mendatangi lokasi-lokasi yang dahulunya pernah dikunjungi Rasul untuk mengurangi kerinduan tersebut.

Selain Kabbah di Mekah, serta Masjid Nabawi di Madinah, satu lokasi ini juga menjadi tempat yang patut dikunjungi jika teringat akan Nabi. Adalah Masjid Jin yang terletak di salah satu kota suci Makkah Almukarromah.


Konon, masjid ini menjadi saksi bisu ketika Nabi Muhammad SAW melakukan perjanjian dengan bangsa jin. Selain itu, masjid tersebut juga menjadi tempat turunnya salah satu wahyu Allah yakni Surat Al Jin. Bagaimana lengkapnya? Berikut ulasannya.

Masjid jin menjadi salah satu masjid bersejarah selain Masjid Nabawi dan Masjid Al Aqsa di Palestina. Bangunannya memang terlihat biasa layaknya masjid pada umumnya. Tidak ada arsitektur yang spesial dari kondisi masjid ini. Posisinya dipinggir jalan raya serta diapit oleh gedung-gedung bertingkat.

Namun Masjid Jin menjadi sangat bersejarah karena di sana Rasulullah SAW melakukan pernjanjian dengan bangsa jin. Mereka mengucapkan dua kalimat syahadat dan berjanji akan mengikuti ajaran Nabi.

Berdasarkan catatan sejarah, Rasulullah SAW dan para sahabat sedang melaksanakan shalat Subuh di Masjid tersebut. Kemudian, Rasul membacakan  surah ar-Rahman [55] ayat 1-78. Dalam surah ar-Rahman ini terdapat beberapa ayat yang berbunyi, "Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”
Ternyata, bacaan tersebut tidak sengaja di dengar oleh segerombolan jin yang melewati masjid untuk melakukan perjalanan Tihamah.

Para jin lantas menjawab, ’’Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami tidak mendustakan nikmat-Mu sedikit pun. Segala puji hanya bagi-Mu yang telah memberikan nikmat lahir dan batin kepada kami.” Ibnu Mas’ud mengaku, pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Aku didatangi juru dakwah dari kalangan jin. Lalu, kami pergi bersamanya dan aku bacakan Alquran kepada mereka.”

Jin kemudian mulai berdialog dengan Rasulullah SAW. Saat itulah, mereka menyatakan keimanannya. Mereka kemudian menyampaikan hal itu kepada kaum jin yang lain.  Saat itu juga Allah langsung menurunkan surat Al jin.

Para jin lalu berbaiat dengan Rasul SAW. Peristiwa itu juga diabadikan dalam Alquran surah al-Ahqaf [46]: 29-32.

“Dan ingatlah ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Quran. Maka tatkala  mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: Diamlah kamu untuk mendengarkannya. Ketika pembacaan selesai, mereka kembali kepada kaumnya untuk memberi peringatan,” (29)

“Mereka berkata: Hai kaum kami, seseungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus,” (30)

“Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih,” (31)

“Dan orang-orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata,” (32)

Masjid Al-Jin sering juga dikenal denganama Masjid al-Bai’ah. Letaknya sekitar 1,5 km di sebelah utara Masjidil Haram, dengan luasnya sekitar 20x10 meter. 
Ikan yang Menelan Nabi Yunus Masih Hidup Hingga Sekarang?

Ikan yang Menelan Nabi Yunus Masih Hidup Hingga Sekarang?

Dari banyaknya kehidupan Nabi dan Rasul, kisah Nabi Yunus Alaihissalam menjadi salah satu yang begitu melekat dalam ingatan. Salah satu kisahnya yang begitu terkenal adalah ketika sang Nabi ditelan oleh seekor ikan besar di tengah lautan.

Nabi Yunus ditelan hidup-hidup dan tinggal di dalam perut ikan yang mirip ikan paus ini selama beberapa waktu mengarungi samudera. Namun berkat taubat serta dzikir yang Ia ucapkan, sang ikan akhirnya memuntahkan isi perutnya sehingga Nabi turut keluar dalam keadaan bernyawa.

Ikan ini kemudian kembali ke lautan dan meninggalkan Nabi Yunus sendirian. Cerita antara keduanya memang hanya sampai di situ saja. Namun, di saat Nabi Yunus sudah meninggal ribuan tahun silam, sang ikan justru dianggap masih hidup hingga sekarang. Benarkah demikian?

Spekulasi munculnya kabar tentang ikan tersebut masih hidup adalah Surat Ash Shaaffaat ayat :145. Allah menerangkan jika saat itu Nabi Yunus tidak bertaubat, maka Ia akan tinggal di dalam perut ikan sampai hari kiamat.

“(139). Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, (140). (ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan, (141). Kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. (142). Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. (143). Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, (144). Niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. (145). (Q.S Ash Shaaffaat ayat 139-145).

Berdasarkan tafsir dari berbagai sumber, makna “tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit (145)”, yakni perut ikan itu akan menjadi kuburnya sampai hari berbangkit. Hal ini kemudian diasumsikan jika ikan tersebut masih hidup hingga saat ini.

Warga sosial media sedang ramai menyebarkan hal ini. Namun, tidak ada yang tahu kebenarannya secara pasti. Allah SWT mengatakan jika Nabi Yunus tidak bertaubat, maka akan tinggal di perut ikan  hingga hari kiamat. Namun pada kenyataannya, Nabi Yunus saat itu sudah bertaubat kepada Allah dan diampuni. Sehinnga ada kemungkinan jika ikan tersebut juga mati.

Rasulullah SAW juga tidak menjelaskan tentang bagaimana kehidupan ikan tersebut setelah memuntahkan Nabi Yunus. Wallahu a'lam, Dan Allah Lebih Tahu atau Mahatahu.

Ikan yang mirip dengan paus ini juga dijuluki dengan ikan Nun. Ia melahap Nabi Yunus AS ketika meninggalkan kaumnya yang melakukan pembangkangan. Dengan kemarahannya Nabi Yunus memilih pergi dengan menggunakan kapal meninggalkan penduduk Ninawa, Di daerah Mosul, Irak. Cerita ini dikisahkan Allah SWT dalam Alquran

“Ketika dia pergi dalam keadaan marah.” (Al-Anbiya: 87).

Ternyata sepeninggal Nabi Yunus as penduduk Ninawa diperlihatkan oleh Allah SWT akan bencana besar yang akan menimpa mereka. Sehingga ditengah ketakutan itu mereka bertaubat kepada Allah. Kemudian, Allah mengampuni penduduk yang awalnya menyembah berhala tersebut.

Namun, Nabi Yunus tidak mengetahui kejadian itu. Ia memilih pergi dan meninggalkan penduduk Ninawa dalam kondisi penuh amarah.  Ia menaiki kapal yang begitu penuh dengan muatan. Pada awalnya, kapal berlayar dengan tenangnya.

Namun kondisi ini tiba-tiba berubah. Angin kencang menerpa, langit pun hitam gelap dengan awannya. Badai terjadi, kapal yang ditumpangi Nabi Yunus AS terombang-ambing dan akan tenggelam. Awak kapal pun panik, mereka kemudian membuang seluruh muatan yang ada di dalamnya. Dengan harapan, kapal tidak tenggelam jika muatan berkurang.

Sayang, cara ini tidak membantu. Kemudian, diusulkan lah agar dibuat undian untuk mengurangi manusia yang ada di dalamnya. Dalam undian tersebut, siapapun yang keluar namanya harus di buang ke laut.

Ternyata, Nabi Yunus AS termasuk orang-orang yang kalah dalam undian tersebut. Awalnya penumpang lain tidak menyetujui Nabi Yunus yang dibuang dari kapal. Namun setelah tiga kali undian, ternyata Nabi Yunus tetap saja kalah.

“Lalu dia termasuk orang-orang yang kalah.” (Ash-Shaffat: 141)

Lalu, dilemparlah Nabi Yunus AS dan kemudian dilahap oleh seekor ikan besar mirip Paus. Dengan perintah Allah ikan tersebut melahap Nabi Yunus tanpa merobek bagian dari tubuh kekasih Allah tersebut. Sang Nabi pun tinggal di dalam tubuh ikan beberapa waktu dan menyusuri lautan bersama ikan besar tersebut.

Nabi Yunus as sangat terkejut karena mendapati dirinya dalam perut sebuah ikan. Para ulama berselisih tentang berapa lama Nabi Yunus tinggal di dalam perut ikan. Menurut Qatadah, tiga hari. Menurut Abu Ja’far ash-Shaadiq, tujuh hari, sedangkan menurut Abu Malik, empat puluh hari. Mujahid berkata dari asy-Sya’bi, “Ia ditelan di waktu duha dan dimuntahkan di waktu sore.”

Dalam keadaan itulah Nabi Yunus as bertobat. Beliau mengucap banyak kalimat tasbih kepada Allah SWT. Beliau tak henti-hentinya menangis, tidak makan, tidak minum dan tidak bergerak. Beginilah doa Nabi Yunus AS menurut Rasulullah SAW.

“Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: Laa Ilaaha Illaa Anta Subhaanaka Innii Kuntu Minazh Zhaalimiin (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 3505. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Dzikir dan taubat Nabi Yunus kemudian didengar oleh seisi lautan. Mereka mendekati ikan Nun dan mengikuti tasbih yang di ucapkan Sang Nabi dari dalam perut ikan. Kondisi ini membuat Ikan Nun yang menelan Yunus takut dan kaget. Ia ketakutan karena banyak hewan lain dan tumbuhan yang mendekat kepadanya. 

 "Mengapa saya harus takut, bukankah yang memerintahkan adalah Allah SWT?" "Tapi yang aku telan adalah kekasih-Nya, bagaimana ini?" Dalam keadaan bimbang, ikan Nun makin mengeraskan suara tasbihnya hingga dasar laut menjadi hiruk pikuk.

Taubat dan doa Nabi Yunus pun akhirnya dihijabah Allah. Dia kemudian memerintahkan ikan agar mengeluarkan  Nabi Yunus as ke permukaan laut dan membuangnya di suatu pulau yang ditentukan oleh Allah SWT. Tubuh Nabi Yunus as kemudian dimuntahkan dan terhempas ke daratan dalam keadaan kurus kering. Namun, atas izin Allah SWT, tubuh Nabi Yunus as bisa kembali sehat dan bugar.

Kemudian Allah memerintahkan ikan itu memuntahkan Yunus ke pinggir pantai, lalu Allah tumbuhkan di sana sebuah pohon sejenis labu yang memiliki daun yang lebat yang dapat menaungi Nabi Yunus dan menjaganya dari panas terik matahari. Cerita Nabi Yunus dan ikan berakhir sampai disitu, tidak ada yang mengetahui bagaimana nasib ikan tersebut saat ini. Hanya Allah SWT yang maha mengetahui.

Terimakasih sudah membaca. Silahkan memberikan komentar anda untuk menambah pengetahuan terkait topik serupa, agar menjadi referensi tambahan bagi penulis dan pembaca lainnya.
Inilah Malaikat Penyampai Shalawat untuk Rasulullah

Inilah Malaikat Penyampai Shalawat untuk Rasulullah

Membaca Shalawat atas Rasulullah SAW menjadi salah satu amalan yang harus senantiasa dilaksanakan kaum muslim. Ibadah ini menjadi bukti bahwa kita mencintai pemimpin sejuta umat tersebut.

Begitu utamanya shalawat atas Nabi hingga perintah tersebut juga terdapat dalam Al-Qur’an. Tidak hanya itu, ternyata Allah SWT juga mengutus sebagian tentaranya yaitu malaikat untuk melihat siapa saja kaum muslimin yang bershalawat kepada kekasih-Nya tersebut.

Para malaikat ini juga ditugaskan untuk menyampaikan shalawat dan salam dari manusia kepada Rasulullah. Lantas siapakah malaikat yang mendapatkan tugas mulia ini? Berikut informasi selengkapnya.

Ternyata semua shalawat dan salam yang diucapkan oleh manusia akan disampaikan oleh malaikat dengan sebutan Malaikat Sayyahin (Para Malaikat Pengembara). Mereka ini diberi tugas oleh Allah SWT untuk mengembara, berjalan-jalan dan bertebaran di muka bumi. Bahkan ada di antara mereka yang mendatangi majlis-majlis ilmu agama serta mencari orang-orang yang bershalawat.

“Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki para malaikat yang berjalan di muka bumi dan menyampaikannya salam kepadaku dari umatku.” (Shahih, HR. Ahmad, an-Nasa’i, Ibnu hibban, ath-Thabrani, al-Hakim, Abu asy-Syaikh, dan al-Baihaqi dari Ibn Mas’ud secara marfu’)

Tentu saja semua salam dan shalawat yang diucapkan oleh manusia ini akan disampaikan oleh para malaikat tersebut. Dalam hadits yang lain menyatakan:

Abdullah (ibnu Mas’ud) Radhiyallahu Anhu, Dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam  yang bersabda “Allah SWT memiliki malaikat yang berkeliling menyampaikan kepadaku salam dari umatku” dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian bersabda “Hidupku baik bagi kalian, kalian menyampaikan dariku dan akan ada yang disampaikan dari kalian. Kematianku baik bagi kalian, perbuatan kalian diperlihatkan kepadaku. Jika Aku melihat kebaikan maka Aku memuji Allah, dan jika Aku melihat keburukan maka Aku meminta ampun kepada Allah.” (H.R. Imam Al-Bazzar)

Tidak hanya sekedar menyampaikan shalawat dan salam manusia kepada Rasulullah, akan tetapi ternyata para malaikat ini juga akan mendo’akan orang yang bershalawat tersebut. Dalam sebuah hadits di sebutkan:

Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam bersabda: "Barangsiapa yang bersholawat kepadaku, maka akan ada malaikat yang senantiasa bersholawat (dengan mendoakan) kepadanya, selama orang tersebut masih mengucapkan shalawat (kepadaku), maka dari itu hendaknya orang tersebut senantiasa  sholawat baik sedikit maupun banyak". (Hasan Lighairihi HR Ahmad dan at-Thayalisi, di Hasankan oleh imam al-ar na'ut dalam tahqiqnya di kitab Musnad Ahmad dan di hasankan juga oleh imam al-Mundziri dalam Kitab Targhib wat-Tarhib)

Bershalawat kepada Rasulullah SAW merupakan satu amalan yang harus dikerjakan sepanjang waktu. Tidak terbatas di satu tempat saja, akan tetapi dimanapun dan kapanpun. Jangan khawatir shalawat yang diucapkan tidak sampai kepada Rasulullah. Sebab para malaikat yang bertugas dalam hal ini akan senantiasa menyampaikannya kepada Rasulullah SAW.

Dalam sebuah hadits shahih disebutkan: “Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “ Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan dan Janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai tempat ied (perayaan). Dan bershalawatlah kepadaku, karena sesungguhnya shalawat kalian akan sampai kepadaku dimana saja kalian berada.” (HR Abu Dawud dan Nasa’i, di shahihkan oleh Syeikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ : 7226).

Dalam sebuah Atsar di sebutkan : Dari Ayyub Rahimahullah berkata: “Telah sampai kabar kepadaku –Wallahu A’lam- Sesungguhnya ada Malaikat yang ditugaskan untuk menyampaikan shalawat seseorang kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. (HR Isma’il Al-Qadhi, di shahihkan oleh Syeikh Al-Albani dalam Tahqiq Fadhlus Shalat Alan Nabi (1/35, No. 24)).
.
Apabila ada umat Islam yang bershalawat dan memberikan salam kepada Rasulullah, maka orang tersebut akan didatangi oleh malaikat. Setelah itu, malaikat tersebut akan menyampaikan shalawat dan salam itu kepada nabi di alam kuburnya. Setelah mendengar ucapan dari malaikat, maka Rasulullah pun membalasnya.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata: bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Tidaklah salah seorang mengucapkan salam kepadaku, kecuali Allah akan mengembalikan ruh ku sampai aku bisa membalas salam kepada orang tersebut.” (Hadits hasan, HR Abu Dawud, Thabrani dalam Mu’jam Al-Ausath, Al-Baihaqi dalam Da’awatul Kabir, di hasankan oleh Syeikh Al-Albani dalam Kitab Takhrij Al-Misykah Al-Mashabih (1/291, no. 927))

Saat ini banyak fenomena orang yang mengubah-ubah bacaan shalawat kepada Rasulullah. Mereka menganggap bahwa apa yang dikatakannya itu adalah benar. Padahal sejatinya apabila kita ingin mendapatkan pahala dari shalawat yang diucapkan, tentu saja harus sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah. Seperti inilah bentuk shalawat yang beliau ajarkan:

(Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kamaa shallaita 'ala Ibrahim wa 'ala aali Ibrahim, innaKa Hamidum Majid. Allahumma barik (dalam satu riwayat, wa barik, tanpa Allahumma) 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama barakta 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim, innaKa Hamiidum Majid).

Ya, Allah. Berilah (yakni, tambahkanlah) shalawat (sanjungan) kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Ya, Allah. Berilah berkah (tambahan kebaikan) kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. [HR Bukhari, Muslim, dan lainnya. [Lihat Shifat Shalat Nabi, hlm. 165-166, karya Al Albani, Maktabah Al Ma'arif]].

Demikianlah infromasi mengenai malaikat yang menyampaikan shalawat dan salam kepada Rasulullah. Ternyata mereka adalah para Malaikat Sayyahin (Para Malaikat Pengembara) yang memang ditugaskan oleh Allah SWT untuk mengembara di muka bumi dan mencari orang yang bershalawat atas Nabi lalu menyampaikannya.

Tiga Keanehan yang Terjadi di Muka Bumi

Tiga Keanehan yang Terjadi di Muka Bumi

Bumi menjadi tempat tinggal bagi manusia selama hidup di dunia. Di sinilah Allah SWT menurunkan banyak rezeki dan karunia-Nya kepada kita agar bisa bertahan. Ketika itulah kita diperintahkan untuk bersungguh-sungguh dalam berusaha.

Di bumi ini, ada begitu banyak hal yang bisa terjadi. Bisa terjadi hal yang baik bahkan juga hal buruk yang merenggut nyawa penghuninya. Bahkan ketika kiamat datang, bumi akan luluhlantak tak berbentuk.

Bumi menjadi ciptaan Allah yang dipenuhi dengan misteri. Bahkan ada beberapa fenomena aneh yang pernah terjadi dan sulit dijelaskan secara ilmiah. Akan tetapi semua penjelasannya tersebut terdapat di dalam Al-Qur’an. Kejadian aneh apa sajakah yang dimaksud? Berikut informasi selengkapnya.

1. Adanya Air Tawar dan Air Laut yang Tidak Bercampur
Keanehan pertama yang terjadi di bumi adalah adanya air tawar dan air laut yang tidak saling bercampur. Ialah Jaques Yeves, seorang peneliti yang berasal dari Prancis ia berhasil menemukan pertemuan antara dua laut. Satu laut tawar (Laut Mediterania) dan yang satu lagi asin (Laut Atlantik). Akan tetapi, yang menjadi aneh adalah kedua laut tersebut tidak tercampur sama sekali.

Keheranan tersebut melanda dirinya, akan tetapi akhirnya peneliti tersebut diberitahu oleh seorang muslim bahwasanya fenomena dua air yang tidak bercampur tersebut sudah terdapat di dalam Al-Qur’an sejak 1400 tahun silam. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan), yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit, dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (QS. Al-Furqaan: 53).

Dalam ayat lainnya, Allah SWT juga telah berfirman: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (Q.S. Ar-Rahman:19-20).

Setelah mengetahui kenyataan tersebut, akhirnya Jaques Yeves memeluk agama Islam dan mempercayai kebenaran Al-Qur’an.

2. Diselamatkannya Jasad Fir’aun
Berbeda dengan fenomena yang pertama, keanehan selanjutnya yang pernah terjadi di muka bumi ini adalah diselamatkannya jasad Fir’aun. Ialah peneliti dari Prancis bernama Prof Dr Maurice Bucaille yang diamanahi oleh pemerintah Mesir untuk meneliti mumi atau jasad dari Fir’aun.

Ia tercengang karena melihat sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh mumi Fir’aun. Hal ini menjadi bukti terbesar bahwa ia mati karena tenggelam. Jasadnya juga dibalsem agar awet, akan tetapi ia merasa heran dan mempertanyakan bagaimana jasad tersebut bisa terjaga dan lebih baik dari pengawetan jasad-jasad yang lain (tenggorak bala tentara Fir’aun) padahal mereka sama-sama dikeluarkan dari laut?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada seorang ilmuwan muslim yang menjelaskan bahwa jasad Fir’aun yang tidak beriman kepada Nabi Musa tersebut sambil membuka Al-Qur’an dan membacakannya kepada ilmuwan Prancis tersebut. Allah Ta’ala berfirman:

“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.”(QS. Yunus: 92).

Setelah mendengarkan ayat yang menyentuh hati tersebut, akhirnya Bucaille mempercayai kebenaran Al-Qur’an dan memeluk agama Islam.

3. Surutnya Air di Sungai Eufrat Secara Terus Menerus
Keanehan terakhir yang pernah terjadi di muka bumi adalah surutnya air di sungai Eurfrat secara terus menerus termasuk sungai tigris di Irah. Fenomena ini menjadi sorotan bagi ilmuwan Badan Antariksa “NASA” karena belum diketahui penyebabnya.

Kejadian ini terjadi sejak 2003 silam, air dari sungai tersebut terus menyusut dan berkurang. Tentu saja hal ini menjadi musibah bagi masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai tersebut. Banyak yang bertanya mengapa kejadian ini bisa terjadi. Hanya ada satu-satunya jawaban untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi. Yakni sabda dari Rasulullah SAW, Beliau bersabda:

“Kiamat tidak akan terjadi sehingga sungai Euphrat surut menyibakkan gunung emas, di atasnya orang-orang berperang, sehingga dari setiap seratus orang akan terbunuh sembilan puluh sembilan. Setiap orang dari mereka mengatakan, “Mudah-mudahan, akulah orang yang selamat itu.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Dalam sebuah hadits disebutkan: “Hampir tiba masanya, sungai Euphrat surut menyingkapkan pembendaharaan emas. Siapa yang menghadirinya, janganlah mengambilnya sedikitpun.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Demikianlah informasi mengenai tiga keanehan yang terjadi di muka bumi. Pada dasarnya masih banyak keanehan lainnya yang terjadi atas kehendak Allah SWT. Semua itu untuk menunjukkan kepada manusia bahwa Allah SWT memiliki kekuasaan atas segala sesuatu yang terjadi di semesta ini.
Benarkah Orang yang Meninggal Mampu Mendengar?

Benarkah Orang yang Meninggal Mampu Mendengar?

Ketika manusia meninggal dunia, maka hubungannya dengan dunia yang fana terputus sudah. Ruh akan terlepas dari jasad, kemudian menunggu kiamat tiba saat di alam Barzah. Saat di dalam kubur, tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada tubuh jenazah.

Namun satu yang pasti, daging akan sedikit demi sedikit meninggalkan menghilang, hingga akhirnya tidak ada lagi yang tersisa kecuali tulang belulang. Tidak ada lagi sanak saudara yang menemani, hanya amal selama di dunia yang menjadi teman sejati.

Dibalik banyaknya misteri alam kubur, satu hal ini menjadi perdebatan. Sebagian kalangan mengatakan, mayit bisa mendengar apa yang diucapkan orang yang masih hidup. Namun, mereka tidak lagi kuasa menjawab karena perbedaan alam. Benarkah?

Bahasan tentang apakah mayit bisa mendengar, akan membuat kita bekutat pada hadist Nabi Muhammad SAW. Hadist tersebut berbunyi sebagai berikut:

“Tidaklah seorang muslim yang melewati kuburan saudaranya (sesama muslim) yang dulu dia kenal (ketika dia masih hidup) di dunia, kemudian dia mengucapkan salam atasnya, kecuali Allah SWT akan mengembalikan ruhnya sehingga dia bisa membalas salam tersebut atasnya”. (HR.Abu Dawud)

Hadist ini diriwayatkan Abu Dawud dalam kitab al-Manasik pada pembahasan tentang bab ziyaratul qubur. Hadits di atas disebutkan oleh Abu Umar Ibnu Abdil Barr dalam kitab al-Istidzkar secara mu’allaq yang sanadnya berakhir pada Ibnu Abbas secara marfu’. Beliau menghukumi hadits di atas sebagai hadits yang shahih. Hal tersebut kemudian diikuti oleh sebagian ulama yang juga menshahihkannya. Namun Ibnul Jauzi dalam kitab al-Ilal al-Mutanahiyah menghukumi hadits di atas sebagai hadits yang tidak shahih.

Adapula hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Dari Anas bin Malik yang artinya:
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam meninggalkan jenazah perang Badar tiga kali. Setelah itu beliau mendatangi mereka, beliau berdiri dan memanggil-manggil mereka. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hai Abu Jahal bin Hisyam, hai Umayyah bin Khalaf, hai Utbah bin Rabi’ah, hai Syaibah bin Rabi’ah, bukankah kalian telah menemukan kebenaran janji Rabb kalian, sesungguhnya aku telah menemukan kebenaran janji Rabbku yang dijanjikan padaku.” Umar mendengar ucapan nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, lantas ia berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana mereka bisa mendengar dan bagaimana mereka bisa menjawab. Lihatlah mereka telah menjadi bangkai. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Demi Dzat yang jiwaku berada ditanganNya, kalian tidak lebih mendengar ucapanku melebihi mereka, hanya saja mereka tidak bisa menjawab.”  (HR. Muslim no. 2874)

Sementara itu ulama juga berbeda pendapat akan hal itu. Pendapat pertama mengatakan jika orang yang sudah meninggal tidak bisa lagi mendengar. Syaikh ‘Abdul Karim bin ‘Abdillah Al Khudair memberikan jawaban ketika ditanya apakah mayit dapat mendengar atau tidak. Ia membenarkan jika ada dalil yang mengatakan bahwa mayit bisa mendengar suara sendal. Namun banyak juga dalil yang mengatakan jika mereka tidak dapat lagi mendengar. Hal ini tertulis dalam Firman Allah SWT 

“Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar” (QS. An Naml: 80)

“Sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar” (QS. Ar Ruum: 52)

“Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu, dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyirikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu seperti yang diberikan oleh yang Maha Mengetahui”. (QS.Fathir : 13-14)

Wallahu A’lam Bish Showab

Ternyata, Setan Bisa Kuat dan Membesar Karena Ucapan Ini

Ternyata, Setan Bisa Kuat dan Membesar Karena Ucapan Ini


Tugas utama setan adalah menyesatkan manusia agar terjerumus ke dalam neraka. Meski demikian, banyak diantara kita justru memilih searah dengan jalannya. Nabi Muhammad SAW kerap mengingatkan umat agar membentengi diri dari godaan setan.

Walaupun tidak mudah menyerah menggoda Bani Adam, namun sekutu iblis ini bisa dilemahkan dengan doa dan amalan tertentu. Sebagian Umat Muslim melakukan amalan tersebut dengan harapan tidak lagi tergoda oleh makhluk laknatullah tersebut.

Namun ternyata, ada kondisi yang membuat setan menjadi lebih membesar. Sayangnya,  hal ini terjadi justru karena kalimat yang diucapkan oleh manusia sendiri. Bahkan setan semakin kuat karena ucapan ini? Kalimat apa yang dimaksud.

Ternyata kalimat yang seharusnya tidak diucapkan oleh manusia agar setan tidak membesar adalah kalimat umpatan atau celaan terhadap setan. Hal ini sering kali terucap saat manusia mengalami kondisi tidak mengenakkan. Terkadang ucapan ini reflek karena kebiasaan yang sudah dilakukan. Misalnya ‘Celaka lah setan’ ‘ee... setanlah, setan bangsat (maaf).

Hal ini terlarang dilakukan oleh umat Islam. Karena seharusnya ada kalimat lain yang lebih jauh lebih baik diucapkan manusia jika mengalami hal-hal buruk yakni dengan memohon perlindungan dari Allah.

“Janganlah kalian mencela syetan akan tetapi berlindunglah kepada Allah dari keburukannya.” (HR. Ad Dalimi, dishahihkan Al Albani)

Pasalnya kalimat-kalimat ini justru hanya akan membuat setan mengalami perubahan. Bukan menjadi lebih kecil dan lemah saat diumpat dan disalahkan, mereka justru akan semakin membesar dan kuat karena ucapan-ucapan itu. Bahkan tubuhnya bisa berubah hingga sebesar rumah.

Walid Abu Malih berkata bahwa Rasulullah bersabda, seseorang yang pernah dibonceng Rasulullah menceritakan:

“Ketika aku dibonceng Nabi shallallahu alaihi wa sallam tiba-tiba unta beliau tergelincir. Serta merta aku mengatakan, Celakalah syetan. Maka beliau bersabda, Jangan kamu katakan, celakalah syetan, sebab jika kamu katakan seperti itu maka syetan akan membesar sebesar rumah dan dengan sombongnya syetan akan berkata; itu terjadi karena kekuatanku”, (HR. Abu Dawud).

Syaikh Salim bin ‘Ied al Hilali dalam bukunya berjudul Al Manaah asy Syar’iyyah fii Shahiih as Sunnah an Nabawiyyah, menjelaskan jika hadist ini berisi larangan bagi manusia mencela setan. Kita dilarang mengaitkan kejadian buruk yang menimpa dengan ulah setan atau rekayasa setan.

Lantas bagaimana seharusnya kita bersikap jika mengalami hal buruk atau kecelakaan? Sebaiknya tetap mengingat Allah dengan membaca basmalah atau berlindunglah kepada Allah (ta’awudz). Sebagaimana petunjuk Rasulullah:

“Akan tetapi ucapakanlah ‘Bismillah’” (HR. Abu Dawud)

Wallahu a’lam bish shawab