Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts
Siapa Saja Yang Menolak Saat Ditawari Menjadi Seperti Manusia

Siapa Saja Yang Menolak Saat Ditawari Menjadi Seperti Manusia

Manusia boleh berbangga karena dinobatkan sebagai makhluk sempurna diantara seluruh makhluk ciptaan-Nya. Kita menjadi pemimpin atas seluruh penghuni semesta yang ada dengan kelebihan akal serta pikiran yang digunakan dalam bertindak.

Namun menjadi makhluk sempurna bukanlah perkara yang mudah. Ada hal besar yang menjadi tanggungjawab manusia yakni amanah. Menjalankan perintah serta menjauhi segala larangan-Nya menjadi amanah yang tidak dapat dibantah.

Siapa Saja Yang Menolak Saat Ditawari Menjadi Seperti Manusia
Manusia dari sekian banyak makhluk Allah menyanggupi amanah tersebut. Padahal makhluk lain yang memiliki kekuatan lebih besar seperti langit, bumi dan gunung menolak untuk menjadi seperti manusia. Hal ini dijelaskan Allah SWT dalam Alquran surat Al-Ahzab. Seperti apa? Berikut ulasannya.

Ada begitu banyak peristiwa yang terjadi sebelum akhirnya alam semesta dan segala isinya siap untuk ditinggali. Salah satunya adalah peristiwa saat Allah SWT mengungumpulkan makhluknya untuk membagi peran. Saat itu Allah SWT memberikan pilihan kepada mahkluk untuk menerima amanah.

Bagi siapa yang menerimanya, maka akan menjadi makhluk yang paling sempurna di alam semesta. Namun amanah ini juga memiliki kosekuensi. Bagi yang menjalankan perintah-Nya, maka akan dihadiahi surga, namun jika melanggar akan diberi siksa di neraka.

Allah SWT menawari amanah tersebut kepada langit, bumi dan gunung. Namun ketiganya menolak, bukan karena ingkar kepada Allah, namun mereka merasa tidak sanggup untuk mengemban besarnya amanah tersebut.

Ternyata, manusialah yang dengan berani menerima tawaran Allah SWT untuk menjadi makhluk sempurna. Hal ini dijelaskan dalam surat Al-Ahzab

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS. Al-Ahzab: 72).

Ayat ini dimaknai berbeda oleh para Mufassirin. Diantaranya adalah Imam Al-Aufi dari Ibnu Abbas –radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Yang dimaksud dengan al-amanah adalah, ketaatan yang ditawarkan kepada mereka sebelum ditawarkan kepada Adam ‘Alaihissalam, akan tetapi mereka tidak menyanggupinya. Lalu Allah berfirman kepada Adam, ‘ Sesungguhnya Aku memberikan amanah kepada langit dan bumi serta gunung-gunung, akan tetapi mereka tidak menyanggupinya. Apakah engkau sanggup untuk menerimanya?’ Adam menjawab, ‘Ya Rabbku, apa isinya?’ Maka Allah berfirman, ‘Jika engkau berbuat baik maka engkau akan diberi balasan, dan jika engkau berbuat buruk maka engkau akan diberi siksa’. Lalu Adam menerimanya dan menanggungnya. Itulah maksud firman Allah, ‘Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh’.”

Kemudian, Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas –radhiyallahu ‘anhu- berkata, ‘Amanah adalah kewajiban-kewajiban yang diberikan oleh Allah kepada langit, bumi dan gunung-gunung. Jika mereka menunaikannya, Allah akan membalas mereka. Dan jika mereka menyia-nyiakannya, maka Allah akan menyiksa mereka. Mereka enggan menerimanya dan menolaknya bukan karena maksiat, tetapi karena ta’zhim (menghormati) agama Allah kalau-kalau mereka tidak mampu menunaikannya.” Kemudian Allah Ta’ala menyerahkannya kepada Adam, maka Adam menerimanya dengan segala konsekwensinya. Itulah maksud dari firman Allah:

“Dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh,” yaitu pelanggar perintah Allah.

Bisa disimpulkan jika manusia hidup di dunia ini hanya menjalani ujiannya saja. Lulus atau tidak dalam menjalankan ujian tersebut akan dijawab oleh Allah SWT saat kiamat tiba. Disana, akan ditunjukan bahwa sebelum hidup di dunia manusia sudah melakukan perjanjian dengan Allah yakni mengakui keesaan-Nya dan menjalankan amanah yang sudah ditetapkan.

Namun fitrahnya, manusia akan lupa setelah lahir ke dunia. Kemudian, setelah hari kiamat nanti, manusia akan kembali diingatkan tentang janji tersebut. Sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al-Hadid ayat 8 yang berbunyi “Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia (Allah) telah mengambil perjanjianmu, jika kamu adalah orang-orang yang beriman”. (QS. Al Hadid, 57:8).

Wallahu a'lam…semoga kita termasuk manusia yang tidak menyianyiakan waktu saat hidup di muka bumi, serta dapat menjalankan amanah yang sudah diembankan Allah kepada kita.
Dajjal Keliling Dunia Menggunakan Pesawat Terbang

Dajjal Keliling Dunia Menggunakan Pesawat Terbang

Dajjal adalah makhluk yang dijanjikan muncul pada akhir zaman. Kehadirannya menandakan jika usia alam semesta tidak lama lagi karena segera datang kiamat besar. Setelah keluar dari persembunyian, Dajjal akan melancarkan aksinya untuk menebar fitnah di muka bumi.

Seluruh negeri dilewati, kecuali Mekah dan Madinah yang dijaga ketat oleh malaikat. Konon makhluk bermata satu ini nantinya akan hidup selama 40 hari. Lantas bagaimana bisa dalam jangka waktu singkat ini Dajjal mampu keliling dunia?

Dajjal Keliling Dunia Menggunakan Pesawat Terbang
Ternyata Nabi Muhammad SAW menegaskan jika saat keluar nanti Dajjal dilengkapi dengan kendaraan super cepat yang terbang di angkasa. Apakah kendaraan yang disebut keledai terbang tersebut adalah sebuah pesawat?

Di jelaskan dalam sebuah hadist yang artinya Ia memiliki keledai yang ditungganginya, lebar antara dua telinganya 40 hasta. (HR Ahmad dalam l Musnad, dan Hakim dalam al-Mustadrok). Keledai putih itu memiliki kekuatan satu langkahnya sama dengan satu mil jaraknya. Keledai tersebut memakan api dan menghembus asap, dapat terbang di atas daratan dan menyeberangi lautan. Kecepatannya seperti awan ditiup oleh angin dan bumi berputar terasa lebih cepat ketika ia berada diangkasa. "Bumi akan digulung untuknya; ia menggenggam awan di tangan kanannya, dan mendahului matahari di tempat terbenamnya; lautan hanya sedalam mata kakinya; di depannya adalah gunung yang penuh asap." (Kanzul-'Ummal, jilid VII, halaman 2998).

Dahulu, ulama bisa saja berpikiran jika Dajjal dibantu para setan dalam menjalankan kendaraanya. Namun, nubuat Nabi Muhammad SAW ini begitu mudah dipahami dijaman kini. Keledai yang dikatakan Nabi, tidak harus diartikan sebagai keledai hewan tunggangan yang biasa digunakan pada masa lalu. Namun keledai ini bisa diartikan sebagai kendaraan. 

Apakah ini pesawat terbang? Wallahu A'lam Bishawab

Dalam hadist di atas jika keledai tersebut memiliki kecepatan seperti awan yang ditiup angin. Seperti diketahui, dewasa ini pesawat terbang kecepatannya memang melebihi kecepatan angin.

 Selanjutnya Nabi SAW bersabda sbb: "Bumi akan digulung untuknya ". Ini berarti Dajjal akan bergerak begitu cepat seolah-olah bumi yang luas ini kelihatan ciut. Gerakan Dajjal melalui udara dikatakan sebagai berikut: "la akan menggenggam awan di tangan kanannya". Artinya ia akan terbang menembus dan di atas awan.

Selanjutnya Nabi Muhammad menerangkan bahwa "Dajjal akan meloncat-loncat di antara bumi dan langit". Semua ini mengisyaratkan perjalanan Dajjal melalui udara. Lebih lanjut diterangkan bahwa Dajjal akan bergerak begitu cepat hingga ia:"Mendahului matahari di tempat terbenamnya"

Pada dewasa ini kapal-udara terbang lebih cepat dari jalannya matahari; orang yang berangkat dari Timur pada pagi hari, akan sampai di Barat sebelum matahari terbenam.

Jika melihat perkembangan transportasi saat ini, pesawat terbang memang paling merajai dunia transportasi. Bisa jadi, inilah keledai terbang yang diucapkan Nabi Muhammad SAW dahulu. Namun, Wallahu A'lam. Allah SWT yang maha mengetahui apa sebenarnya keledai terbang tersebut. Semoga menjadi bahan renungan agar semakin bertambah pengetahuan.
Api Neraka Pernah Sampai ke Dunia

Api Neraka Pernah Sampai ke Dunia

Keberadaan Neraka memang belum tampak, namun umat Islam meyakini jika tempat ini sudah dipersiapkan Allah SWT sebagai hunian bagi hamba-Nya yang dzolim, ingkar dan tamak. Neraka nantinya dipenuhi dengan siksa, serta panas api yang menyala-nyala.

Berdasarkan riwayat hadist, panas api disana mencapai 70 kali dari panasnya api di dunia. Tentu uapnya saja akan mampu membakar tubuh-tubuh manusia yang berdosa di dalamnya. Tahu kah anda jika ternyata api di neraka pernah di bawa Malaikat Jibril ke dunia.

Api Neraka Pernah Sampai ke Dunia
Pada awalnya Sang Malaikat meminta api neraka sebesar buah kurma saja. Namun penjaga neraka menolaknya, mengingat jumlah tersebut mampu melelehkan tujuh langit dan seluruh bumi karena panasnya. Akhirnya api yang dibawa ke bumi hanya sebesar biji zarah saja. Bagaimana kelanjutannya? Berikut kisahnya.

Dari Abu Hurairah ra. menyatakan bahwa Rasulullah  SAW bersabda yang artinya” Api yang biasa kalian nyalakan merupakan sebagian dari tujuh puluh bagian panasnya neraka jahanam” “Ya Rasulullah, demi Allah sungguh api dunia ini benar-benar cukup panas,” ungkap para sahabat.

Nabi Muhammad SAW melanjutkan “Tetapi sungguh api neraka jahanam enampuluh sembilan kali lebih panas dibandingkan api dunia, yang masing-masing bagian sama panasnya dengan api di dunia” (Hadist Riwayat Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)

Begitulah dasyat panasnya. Dalam sebuah cerita dikisahkan jika Nabi Adam AS sesampainya di dunia kesulitan dalam menjalani kehidupannya. Untuk memperoleh makanan, terlebih dahulu harus bekerja keras.

Namun ketika sudah mendapatkan bahan makanan, bahan-bahan tersebut tidak bisa langsung dikonsumsi layaknya di surga. Harus diolah lagi baru kemudian bisa dinikmati. Caranya adalah memasaknya dengan api.

Sang Nabi akhirnya memohon kepada Allah SWT agar diberi api. Maka Allah SWT mengutus Malaikat Jibril agar meminta sedikit api neraka kepada malaikat Malik penjaga neraka, untuk keperluan nabi Adam AS tersebut.

“Wahai Jibril, berapa banyak engkau menginginkan api?” Tanya malaikat Malik.

“Aku minta api neraka seukuran buah kurma?” Jawab malaikat Jibril.

“Jika aku memberikan api neraka seukuran buah kurma, maka tujuh langit dan seluruh bumi akan hancur meleleh karena panasnya!” Malaikat  Malik menjelaskan.

“Kalau begitu berikan saja kepadaku separuh buah kurma saja!” Minta malaikat Jibril.

Bumi tandus kekeringan Kemudian malaikat Malik menjawab, “Jika aku berikan api sebesar separuh kurma. Maka langit tidak akan menurunkan air hujan setetes pun dan air di bumi akan mengering sehingga tidak ada satu pun tanaman yang hidup karena panasnya.”.

Sang Malaikat kemudian bertanya kepada Allah SWT terkait jumlah yang pas api yang bisa di bawa ke bumi.

Dan Allah pun berfirman: “Ambillah api dari neraka sebesar zarah!”

Malaikat Malik kemudian mengambil api neraka sebesar zarah (ukuran terkecil dari atom), lalu diserahkan pada malaikat Jibril. Malaikat Jibril merasakan api yang sebesar zarah masih terlalu panas untuk nabi Adam as, lalu api neraka sebesar zarah itu terpaksa didinginkan dengan mencelupkannya ke dalam sungai di syurga sebanyak 70 buah sungai, setiap satu sungai 70 kali celupan. Setelah selesai dan dirasa tidak terlalu panas, maka malaikat Jibril membawan api neraka ke bumi.

Ternyata gunung pun tidak sanggup menahan panas dari api yang hanya sebiji zarah tersebut.  Sebelum diserahkan kepada nabi Adam as, api neraka itu diletakkan di atas gunung yang tinggi. Tetapi ketika api itu diletakkan, gunung tersebut hancur lebur sebab tidak mampu menahan panasnya api neraka yang sebesar zarah itu.

Tanah, batu-batu, besi dan semua yang ada di sekitar gunung, di dalam tanah dan di atas daratan menjadi bara api yang sangat panas dan mengeluarkan asap tebal. Bahkan api neraka itu tembus hingga perut bumi dan menyebabkan munculnya bara api yang sangat besar di dalam perut bumi. Dahsyatnya, bara api yang ditinggalkan adalah berwarna hitam pekat bukan berwarna merah menyala.

Api yang kita gunakan hari ini adalah sisa-sisa api dari bara api yang membakar tanah, batu, dan besi dan dari bara api di perut bumi yang kadar panasnya jauh berkurang beratus juta kali dari panasnya api neraka.
Inilah Kitab yang Diterima Manusia Ketika Jalani Pengadilan Kiamat

Inilah Kitab yang Diterima Manusia Ketika Jalani Pengadilan Kiamat

Kiamat merupakan salah satu rukun Iman yang dipegang teguh oleh Umat Islam. Setelah peristiwa kehancuran alam semesta ini terjadi, bukan berarti kehidupan selesai begitu saja. Justru kehidupan yang kekal baru akan dimulai.

Ada rentetan prosesi yang akan dilalui manusia sebelum menuju surga atau neraka. Pertama manusia dari berbagai zaman akan dibangkitkan di Padang Mahsyar. Kemudian, manusia menjalani prosesi untuk pengadilan paling agung di alam semesta yakni Yaumul Hisab.

Tidak perlu berbagai saksi layaknya pengadilan di dunia, karena Allah SWT memiliki bukti autentik yang tidak bisa dibantah. Adalah Kitabun Marqum, yang mencatat apa saja yang sudah dikerjakan oleh manusia selama hidup di dunia. Seperti apa kitabnya? Berikut ulasannya.

Manusia sering sekali menganggap remeh atas perbuatan dosa yang sudah dilakukan di dunia, padahal semua tindakan tersebut akan meminta pertanggungjawaban ketika di akhirat kelak. Nantinya manusia tidak akan bisa membantah, karena Allah SWT memiliki bukti yang tidak terbantahkan.

Di dalam Kitabun Marqum inilah, Malaikat Allah mencatat segala amal baik dan amal buruk manusia selama menjalani kehidupan di dunia. Tidak akan ada yang terlewat, semuanya terekam dan tertulis dengan benar.

“Tiap-tiap umat dipanggil untuk melihat kitab catatan amalnya. Inilah kitab catatan amalmu. Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya kami telah menyuruh mencatat dengan benar apa yang telah kamu kerjakan (QS. Aljasiah [45]:28,29).

Kitabun Marqum terdiri atas dua kitab. Kitab pertama bernama Sijjin, kitab ini berisi catatan amal manusia yang durhaka kepada Allah SWT. Hal-hal yang batil yang dilakukan selama menjalani hidup didunia tidak bisa dibantah lagi. Manusia menjadi saksi atas kejahatannya sendiri.

Allah mengingatkan manusia, “Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin. Tahukah kamu, apakah sijjin itu? Ialah Kitabum Marqum (kitab yang tertulis.(QS. Almutaffifin [89]:7-9).

“Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. (QS. Al-Qamar [54]: 52). Pada hari itu, diberikan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri (QS. Al-Qiamah [75]: 13-14).

Orang kafir dan munafik yang durhaka ini akan menerima kitab catatan amalnya dengan tangan kiri mereka (QS. Al-Haqqah [69]: 25), bahkan ada yang menema dari belakang punggung mereka. Qalallahu Ta’ala: 

Wajah calon penghuni neraka itu sangat ketakutan seperti serigala yang takut pada singa.

”Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakangnya, maka dia akan berteriak: “Celakalah aku.” dan ia akan masuk kedalam api Neraka yang menyala-nyala.” (QS:Al-Insyiqaq:10-11-12)

Kitabum Marqum selanjutnya bernama Illiyyin. Kitab ini mencatat amal manusia yang melakukan amal kebaikan. Orang-orang beriman akan menerima kitab catatan amalnya itu dengan tangan kanannya.

“Dan barang siapa yang diberi kitab catatan amal di tangan kanannya, maka mereka ini akan membaca bukunya itu. Dan mereka tidak dianiaya sedikitpun (QS. Isra’ [17]: 71).

Semoga nantinya kita semua bisa menerima Kitabun Marqum yang bernama Illiyyin ini. Karena dengannya adalah pertanda baik akan dimasukan ke surga Allah yang luasnya seluas langit dan bumi.
Jangan Bergembira di Atas Penderitaan Orang Lain

Jangan Bergembira di Atas Penderitaan Orang Lain

Diantara kita pasti pernah mendengar kalimat ‘bahagia melihat orang susah dan susah melihat orang senang’. Terkadang ungkapan ini hanya menjadi gurauan untuk menghadirkan tawa. Sehingga hanya dianggap angin lalu saja.

Tapi tidak dipungkiri, bahwa hal ini sering kali terjadi. Manusia mungkin dengan mudah merasa iba dan empatik terhadap penderitaan orang lain, namun tidak sedikit orang yang susah sekali merasa senang ketika orang lain mendapatkan kebahagiaan.

Sifat ini dalam kehidupan sehari-hari disebut dengan iri hati. Orang dengan sifat tersebut akan bergembira jika orang lain mendapat penderitaan. Sebaiknya mulailah belajar untuk menghalaunya. Mengingat, Allah SWT akan menyiapkan balasan yang tidak kalah hebatnya. Seperti apa balasannya?

Dalam kehidupan sosial bermasyarakat, sudah lumrah rasanya jika melihat seseorang yang susah jika melihat orang bahagia. Misalnya ketika tetangga membeli mobil baru, maka Ia menderita hingga demam karena memikirkannya. Atau hal lain yang membahagiakan bagi orang lain, maka tetap saja akan dicari-cari celah untuk menunjukan kesalahannya.

Namun ketika seseorang mendapat ujian dan musibah, Ia seolah bersorak tepuk tangan karena begitu bahagianya. Meski diluar menunjukan bela sungkawa, namun dalam hatinya justru bersyukur tidak terkira. Mulai sekarang, belajar lah untuk berubah. Karena selain menimbulkan penyakit di dalam jiwa, kebahagiaan diatas penderitaan orang lain juga akan menimbulkan bencana.

Watsilah bin Al-Aqsa’ ra mengatakan Nabi Muhammad SAW bersabda” Apabila engkau bergembira melihat kesusahan yang menimpa saudaramu, maka Allah SWT akan mengasihi saudaramu dan akan memberikan cobaan kepadamu” (HR. Muslim).

Nah kan, ada akibat luar biasa jika berbahagia di atas penderitaan orang lain. Orang yang bersedih tersebut akan semakin dikasihi Sang Maha Pencipta, sementara mereka yang saat itu bahagia melihat penderitaannya justru akan mendapat cobaan serupa atau bahkan lebih pedih dari padanya.

Itulah mengapa Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk membahagiakan orang lain. Karena selain membuat orang tertawa dan bahagia, Allah SWT juga akan membalas kita dengan kebahagiaan.

Abdullah bin Amr bin Ash ra. Mengabarkan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang ingin dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, hendaklah mengusahakan apa yang benar-benar dicita-citakannya, dimana Ia harus beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Juga menggembirakan hati orang lain, sebagaimana Ia sendiri gembira apabila dibuat seperti itu” (HR. Muslim)
Lima Benda yang Berasal dari Surga No 2 Ada di Indonesia

Lima Benda yang Berasal dari Surga No 2 Ada di Indonesia

Surga menjadi tempat terindah yang ingin dituju setiap manusia. Konon di dalamnya ada kenikmatan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Manusia berlomba untuk bisa ditempatkan disana dengan melakukan tindakan yang diperintahkan oleh-Nya.

Memang, surga saat ini masih menjadi misteri Illahi. Namun Nabi Muhammad SAW menggambarkan bagaimana indahnya tempat ini.  Ada istana yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, bidadari yang cantinya tiada tara, buah-buahan yang boleh dipetik kapan saja, sungai, serta batuan indah lainnya.

Tapi tahukah anda bahwa ternyata ada benda-benda dari surga yang keberadaannya sampai ke bumi kita? Salah satu diantaranya bahkan ditemukan di Indonesia. Apa saja kelima benda tersebut? Berikut ulasannya.

1. Hajar Aswad
Hajar Aswad sangat familiar bagi umat Islam. Batu hitam yang berada di salah satu sisi Kabbah ini dipercaya berasal dari surga. Berdasarkan hadist, Hajar Aswad dibwa langsung oleh Malaikat Jibril as dan diserahkan kepada Nabi Ismail AS dan Ibrahim AS sewaktu membangun Kabbah.

Dari Abdullah bin Amru berkata, "Malaikat Jibril telah membawa Hajar Aswad dari surga lalu meletakkannya di tempat yang kamu lihat sekarang ini. Kamu tetap akan berada dalam kebaikan selama Hajar Aswad itu ada. Nikmatilah batu itu selama kamu masih mampu menikmatinya. Karena akan tiba saat di mana Jibril datang kembali untuk membawa batu tersebut ke tempat semula. (HR Al-Azraqy).

Rasulullah SAW bersabda “Hajar Aswad turun dari surga, batu tersebut begitu putih, lebih putih dari pada susu. Dosa manusialah yang membuat batu tersebut menjadi hitam”. (H.R. Tirmidzi 877).

“Hajar aswad adalah batu dari surga. Batu tersebut lebih putih dari salju. Dosa orang-orang musyriklah yang membuatnya menjadi hitam.” (HR. Ahmad 1: 307)

2. Kayu Gaharu
Kayu Gaharu juga dipercaya menjadi salah satu hal yang berasal dari surga. Di Indonesia, Gaharu banyak ditemukan di merauke papuan, di borneo Kalimantan, Sulawesi dan di sebagaian Pulau Sumatra. Kayu ini memecahkan rekor sebagai kayu termahal di dunia. Kayu gaharu yang mengandung gupal bisa dihargai hingga puluhan juta rupiah per kilonya. Produk olahan dari kayu gaharu, bisa berupa dupa, gelang, kalung dan tasbih gaharu.

Pohon dan kayu gaharu menjadi tenar dan mahal lantaran mengandung resin akan berbau harum dan banyak digunakan dalam industri kosmetika maupun obat-obatan. Kayu gaharu menjadi salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia. Sayangnya, mahalnya harga kayu gaharu berimbas pada semakin langkanya pohon ini. Bagaimana tidak mahal, asalnya saja dari tempat terindah di alam semesta.

Dari Abi Hurairah radliyalahu ‘anh, bahwa Rosulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda : “Golongan penghuni surga yang pertama kali masuk surga adalah berbentuk rupa bulan pada malam bulan purnama, … (sampai ucapan beliau) …, nyala perdupaan mereka adalah gaharu, Imam Abul Yaman berkata, maksudnya adalah kayu gaharu. (HR. Imam Bukhori).

3. Batu Maqam Nabi Ibrahim
Batu ini terletak disisi Kabbah. Dahulunya menjadi pijakan Nabi Ibrahim ketika membangun Kabbah. Menariknya batu ini layaknya katrol yang membantu pembangunan gedung bertingkat pada era kini. Ketika nabi ibrahim perlu meletakkan batu-batuan dan tanah pada tempat yang tinggi dari ka'bah maka nabi hanya cukup berdiri diatas batu maqam tersebut, sehingga batu tersebut megangkat nabi ke atas, dan ketika selesai maka ia turun pula dengan sendirinya ke bawah hingga mendekati nabi ismail yang berada di bawah untuk mengambil batu-batuan bangunan.

Pada batu tersebut masih tampak bekas kedua telapak kaki Nabi ibrahim. Dahulunya batu ini memancarkan cahaya putih seperti Hajar aswad, namun allah telah memadamkan cahayanya karena seandainya cahaya tersebut masih ada, digabungkan dengan cahaya Batu Hajar Aswad maka akan menerangi seluruh bagian yang ada di antara ufuk timur dan ufuk barat.

Tentang Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim ini Rasulullah SAW bersabda, "Rukun (Hajar aswad) dan Maqam Ibrahim adalah dua batu akik yang diturunkan dari surga yang telah Allah redupkan sinarnya, kalau seandainya tidak demikian niscaya sinarnya akan menyinari seluruh penjuru dunia dari Timur sampai ke Barat".

4. Daun Tin
Saat nabi Adam as memakan buah khuldi, maka seketika itu pula terlepaslah pakaian nabi adam tanpa sehelai benang pun di tubuh beliau, kemudian nabi adam pun mengambil dedaunan yang ada di surga untuk menutupi tubuhnya karena malu, namun dedaunan tersebut malah menjauh dari beliau, tapi ada satu dedaunan yang merasa iba kepada nabi Adam yaitu daun-daun pohon Tin, karena daun Tin tidak sanggup melihat kondisi nabi adam pada saat itu. Inilah daun-daunan yang sangat berjasa bagi nabi Adam sehingga daun Tin ini Allah berikan kelebihan padanya berupa buah yang manis tanpa berbiji.

5. Cincin Nabi Sulaiman
Wahab bin Munabih mengatakan bahwa cincin Nabi Sulaiman dikenal dengan nama "Cincin taat Nabi Sulaiman"  yang diciptakan Allah dari cahaya yang bersinar sangat terang yang cahayanya mengalahkan setiap cahaya berasal dari langit yang memiliki empat sisi diantara sisinya tertulis kata :

Pada sisi pertama tertulis "Laa ilaha ilallah Wahdahu laa syarikalahu Muhammadan abduhu wa rasuluhu" Artinya : Tidak ada Tuhan selain Allah tidak ada sekutu baginya, Muhammad adalah hamba dan rasulnya.

Pada sisi kedua tertulis "Allahumma malikal mulki tu'til mulka man tasya wa tanzi'ul mulka man tasya wa tu'izu man tasya wa tuzilu man tasya" Wahai Allah raja yang memiliki kerajaan, engkau berikan kekuasaan kepada yang engkau kehendaki dan engkau hinakan orang yang engkau kehendaki "

Pada sisi ketiga tertulis "Kullu syai'in haalikun illallah" Artinya : Segala sesuatu akan musnah kecuali Allah. .

Dan pada sisi keempat tertulis "Tabarokta ilahiy laa syariika laka" Artinya : Maha suci engkau wahai Tuahanku yang tidak ada sekutu bagimu.

Cincin tersebut memiliki cahaya yang bersinar yang apabila dikenakan maka akan berkumpul para jin, manusia, burung, angin, setan dan awan.di mana angin sebagai kendaraannya, Manusia dan Jin sebagai bala tentaranya, burung sebagai pembantu dan teman bicaranya , binatang buas sebagai pekerjanya, dan para Malaikat sebagai utusannya.

Beliau pernah berdoa kepada Allah meminta kerajaan yang tidak pernah ada yang menyamai setelahnya. sebagaimana firman Allah Swt : “Ia (Sulaiman) berkata: “ Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugrahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi ” (Q.S Shaad : 35)
Ngerinya Siksa Perampas Tanah Harus Menggali Bumi Hingga 7 Lapisan

Ngerinya Siksa Perampas Tanah Harus Menggali Bumi Hingga 7 Lapisan

Tanah merupakan salah satu harga berharga di era kini. Orang berlomba-lomba menabung membeli tanah sebagai salah satu bentuk investasi. Membahas tentang tanah, maka harus siap untuk membahas dampak sosial yang mungkin ditimbulkan.

Di lingkungan sosial, sedikit banyak kita akan menemukan orang-orang yang usil menggeser tanda batas tanah, mencangkul batas tanah hingga tidak terlihat si pemilik, atau memperkarakan kepemilikan tanah di meja hukum meski sebenarnya bukan hak milik. Sebaiknya anda sudah harus berpikir seribu kali jika ingin curang terhadap permasalahan ini.

Tidak main-main, Allah SWT akan mengalungkan tujuh lapis tanah dan menghukum manusia untuk menggali bumi hingga tujuh lapisan. Tidak hanya perampasan dalam skala besar saja, bahkan satu jengkal saja hukuman yang diterima juga akan sama. Seperti apa lengkapnya?

Aisyah ra menuturkan, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mengambil sejengkal tanah secara dzolim, maka kelak akan dikalungkan kepadanya tujuh lapis tanah ” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Muslim dari Abu Hurairoh, “seorang mengambil sejengkal tanah orang lain tanpa hak, pada hari kiamat kelak pasti Allah kalungkan kepadanya tujuh lapis tanah ”

Ya’la bin Murroh mengungkapkan, Nabi Muhammad SAW bersabda “Seseorang yang mengambil tanah dengan cara dzolim, kelak Allah akan memaksanya menggali tanah tujuh lapis tanah, kemudian mengalungkan kepadanya sampai selesai pengadilan di antara manusia.” (HR. Ahmad, Tabrani, dan disasihkan oleh Ibnu Hibban)

Bagaimana, sangat ngeri bukan? Memang di dunia sudah banyak sekali orang-orang yang rakus ingin memiliki tanah milik orang lain. Tidak peduli lagi kerabat, tentangga, bahkan saudara sekalipun bisa berlaku curang jika nafsu duniawinya sudah menggerogoti. Perkara tanah ini, bukan hanya dilihat semisal satu jengkal dari permukaan, namun kepemilikan tanah hingga menunju dasar bumi. Sehingga jika kita curang satu jengkal saja, maka yang kita curangi sebanyak tujuh lapisan di dalamnya.

Syaikh Utsaimin rohimallohu menjelaskan: “Di dalam Hadits ini (hadits ‘Aisyah) menunjukkan dalil bahwa orang memiliki tanah maka dia memiliki juga (tanah) bagian bawahnya sampai tujuh lapis bumi, tidaklah boleh seseorang melubangi kecuali dengan izinnya. Misalkan kamu ditakdirkan mempunyai tanah seluas tiga meter persegi dan sekeliling (tanahmu) adalah tanah milik tetanggamu, kemudian tetanggamu bermaksud untuk membuat lubang/terowongan diantara tanahnya, dan melewati bagian bawah tanahmu maka tidaklah dia dibenarkan dalam hal ini karena kamu memiliki tanah dan apa saja yang berada di bawah tanah tersebut sampai tujuh lapis bumi. Sebagaimana juga ruang udara (di atas tanahmu) adalah milikmu sampai ke langit. Maka seseorang tidak bisa untuk membangun atap kecuali dengan izinmu. Oleh karena itu berkata ulama, ‘Udara itu mengikuti apa yang tetap (tanah), dan tanah itu sampai tujuh lapis bumi. Jadi seseorang (yang memiliki tanah) mempunyai bagian atas bagian bawah (dari tanahnya), tidak boleh seseorang (merampasnya).

Berkata Syaikh Saliem: “Barangsiapa memiliki tanah, maka berarti dia memilikinya dari bawah sampai atas. Dan dia berhak melarang orang menggali bagian yang berada di bawah tanahnya, baik berupa lubang ataupun sumur tanpa meminta izin dan persetujuan darinya. Dan dia juga merupakan pemilik tambang dan barang-barang berharga berharga dibawahnya. Dia boleh memperdalam lubang di bawah tanahnya sekehendak hatinya selama tidak membahayakan orang lain yang bertetangga dengannya.”[ Syarah Riyadush Shalihin, jilid hal. 522]

Berkata Syaikh ‘Utsaimun menyebutkan bahwa para ulama berkata, ‘Seandainya tetanggamu memiliki pohon, kemudian dahannya memanjang ke tanahmu dan ranting-rantingnya menjadi menutupi tanahmu, maka sesungguhnya tetanggamu harus membenggokkan (dahan tersebut) dari tanahmu, jika tidak memungkinkan untuk dibengkokkan maka (dahan tersebut) harus dipotong, kecuali kamu mengizinkan keberadaannya, karena ruang udara (di atas tanahmu) adalah milikmu, mengikuti (kepemilikkan) apa yang tetap (tanah).”[ Syarhu Riyadush Shalihin Libnil Utsaimin, jilid 1 hal. 753]

Bagaimana, masih gak takut nyangkul-nyangkul tanah orang lain? maka sesungguhnya kehidupan ini hanya sandiwara dan senda gurau saja. Namun kematian adalah hal yang pasti. Maka takutlah kepada azab Allah.
Terompet Kiamat Sudah Berada di Bibir Malaikat

Terompet Kiamat Sudah Berada di Bibir Malaikat

Hari kiamat memang menjadi pro dan kontra. Ada pihak yang percaya, namun ada yang mengabaikan begitu saja. Namun bagi Umat Islam, kehancuran alam semesta memang sudah pasti datang nantinya. Kedatangannya diawali dengan tiupan terompet dari Malaikat Israfil atas perintah-Nya.

Terompet ini ditiup sebanyak tiga kali. Tiupan pertama terjadi guncangan di langit dan bumi. Tiupan kedua membuat semua makhluk hidup mati. Ketiga barulah manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk mendapatkan pengadilan tertinggi.

Memang tidak ada yang tahu pasti kapan ketiga tiupan terjadi. Namun tahukah anda jika saat ini terompet sangkakala tersebut sudah berada di bibir Malaikat Israfil? Hanya tinggal menunggu perintah, maka kiamat tidak akan bisa dihindari. Ingin tahu selengkapnya? Berikut ulasannya.

Kebenaran terompet sangkakala ini sudah banyak dijelaskan Allah SWT di dalam Alquran. Bahwa sebelum kiamat nanti terompet akan ditiup sebanyak tiga kali. Tiga tiupan tersebut sudah dijelaskan dalam Alquran. Diantaranya dalam surat An-Naml: 87 dan az-Zumar: 68

“Dan (ingatlah) hari ketika ditiup sangkakala, terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.” (An-Naml: 87).

Abu Hurairah berkata, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda “Jarak antara kedua tiupan itu adalah empat puluh”

“Ya Abu Hurairah, apakah empat puluh itu?” tanya sahabat.
“Saya tidak tahu,” Jawab Abu Hurairah
“Apakah empat puluh bulan?” tanya sahabat
“Saya tidak tahu,” Jawab Abu Hurairah
“Apakah empat puluh tahun?” tanya sahabat lagi

“Saya tidak tahu,” Jawab Abu Hurairah. “Kemudian Allah menurunkan hujan, maka tumbuhlah manusia seperti pepohonan. Ketika itu tubuh anggota tubuh manusia rusak, kecuali sebuah tulang, yaitu tulang punggung bagian bawah (ekor). Dari tulang itulah manusia dihimpun kembali bentuknya kelak pada hari kiamat ” (HR.Syaikhoin)

Ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (hisab). (QS. az-Zumar: 68).

Meski tidak ada satupun makhluk yang mengetahui kapan datangnya, namun Nabi Muhammad SAW mengabarkan jika waktunya sudah dekat. Bahkan, kini terompet tersebut sudah berada di bibir Malaikat Israfil.

Abu Sa’id ra. Mengungkapkan, Nabi Muhammad SAW bersabda “Bagaimana aku dapat merasakan nikmat, sebab malaikat pemegang sangkakala sudah memasukan sangkakala (ke mulutnya). Dan Ia pasti akan langsung meniup sangkakala itu, jika telah mendengar perintah untuk meniupnya,”

Para sahabat yang mendengarkan merasa takut, lalu Rasulullah SAW bersabda “Ucapkanlah, Cukupkanlah Allah sebagai penolong kami, dan Dia sebaik-baiknya pelindung. Hanya kepada Allah lah kami bertawakkal (berserah diri).” (HR. Tirmidzi)

Lantas, bagaimana dengan kita yang hidup 1400 tahun setelah Nabi? Bukankah kedatangan kiamat semakin dekat lagi? Semoga, setiap hari kita bisa menambah pundi-pundi amal, sebagai bekal untuk menuju kehidupan yang kekal.
Tulang Ini Tidak Hancur Meski Diterjang Kiamat

Tulang Ini Tidak Hancur Meski Diterjang Kiamat

Hari kiamat merupakan peristiwa kehancuran alam semesta beserta isi di dalamnya. Bumi mengalami guncangan dasyat, planet ini mengeluarkan isinya dengan begitu hebat. Saat itu, Yang Maha Kuasa tidak lagi menerima taubat.

Isi dunia luluh lantah, tiada makhluk yang tersisa. Hanya Malaikat Israfil yang saat itu menjalankan tugas untuk meniup sangkakala. Namun tahukah anda, jika ada bagian tubuh kita yang tidak hancur ketika kiamat tiba?

Tulang tersebut adalah tulang ekor atau tulang Sulbi. Dari tulang ini nantinya jasad yang sudah menjadi butiran debu dirakit kembali. Manusia kerap kali tidak menghiraukan bagian tubuh yang dimiliki, padahal tulang  ini, menjadi bukti kebesaran Ilahi. Ingin tahu lengkapnya?

 Kiamat yang maha dasyat tentunya akan menghancurkan seluruh alam semesta dan isinya. Ada hal-hal yang dikatakan tidak akan hancur saat kiamat tiba. Diantaranya surga dan neraka, Arsy atau singgasana Allah SWT, kursi milik Allah SWT, Lauh Mahfuz, qalam atau pena milik Allah.

Memang, kelima hal tersebut begitu istimewa, manusia jangan harap bisa melihatnya. Namun ternyata, selain kelima hal tersebut, dalam diri manusia sendiri juga terdapat bagian yang tidak akan hancur meski kiamat menerjang.

Nabi Muhammad SAW sudah mengatakan jika tulang ekor atau tulang Sulbi  tidak akan hancur walaupun kiamat dasyat menerjang. Hal ini disebutkan dalam banyak hadist, salah satunya Hadist Bukhari berikut ini.

“Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah), kecuali satu tulang yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat” (HR. Bukhari, No.4953)

Ada pula hadist riwayat lainnya yang menjelaskan tentang hal ini.

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallâhu alaihi wa sallam bersabda, “Seluruh bagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor, darinya tubuh diciptakan dan dengannya dirakit kembali.” (HR Muslim nomor 2955)

Masuk akal kah? Apakah ini sulit diterima logika? Ternyata hal ini sangat masuk akal, selain itu sangat mudah diterima oleh logika Muslim. Karena bagi penganut agama ini, cukup Alquran dan hadist yang menjelaskan, maka kami akan percaya sepenuhnya.

Namun hal ini tentu tidak masuk akal bagi mereka yang menolak Alquran dan hadist. Namun tetap saja, tidak ada yang bisa membantah kedua pedoman hidup agama Islam ini. Karena sains pun, ternyata juga membenarkan jika tulang sulbi adalah bagian yang paling kokoh.

Hasil penelitian Dr. Othman al Djilani , profesor bidang histology dan pathologi Sana’a University bersama Syaikh Abdul Majid menunjukan jika sel-sel jaringan tulang ekor tidak berubah meski dibakar dalam suhu tinggi. Penelitian ini dilakukan pada Pada Ramadhan 1423 H untuk mencari tahu kebenaran tentang sabda nabi.

Penelitian itu juga menjelaskan mengapa ketika dilakukan penggalian makam lama yang telah berusia berpuluh-puluh bahkan beratus tahun, ditemukan tulang ekor yang tidak hancur. Benar-benar sesuai dengan sabda Rasulullah.

Han Spemann, seorang ilmuwan Jerman berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935. Dalam salah satu penelitiannya, ia menemukan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Dalam penelitian tersebut ia memotong tulang ekor dari sejumlah hewan melata dan mengimplantasikannya ke dalam embrio organizer.

Pada waktu sperm* membuahi ovum (sel telur), pembentukan janin pun dimulai. Ketika ovum telah terbuahi menjadi zigot, ia terbelah menjadi dua sel dan terus berkembang biak sehingga terbentuk lempengan embrio yang memiliki dua lapisan. Salah satu lapisan disebut Internal Hypoblast yang memiliki beberapa unsur dan jaringan.

Han juga mencoba cara lain. Tulang ekor direbus dan kemudian dihancurkan dengan ditumbuk menjadi serpihan halus. Lalu ia mencoba mengimplantasikan pada janin hewan yang masih dalam tahap permulaan embrio. Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body.
Beginilah Tujuh Cara Agar Menghindari Perbuatan Maksiat

Beginilah Tujuh Cara Agar Menghindari Perbuatan Maksiat

Perbuatan maksiat menjadi salah satu fenomena yang kerap kita jumpai saat ini. Tidak mengenal usia, siapapun bisa menjadi korban atau bahkan pelaku dari kemaksiatan. Ini semua terjadi dikarenakan kurangnya ilmu agama yang dimiliki orang tersebut.

Tidak hanya itu saja, pengaruh lingkungan serta gaya hidup cenderung menjadi faktor yang menyebabkan seseorang melakukan perbuatan maksiat. Padahal sebenarnya hal yang demikian inilah yang kemudian dapat menjerumuskan manusia ke dalam api neraka saat di akhirat kelak.


Maka tidak heran jika Rasulullah SAW senantiasa memperingatkan umatnya untuk menjauhi kemaksiatan. Selain memperkuat keimanan kepada Allah, ternyata ada beberapa cara bagi kita untuk menghindarkan diri dari perbuatan maksiat yang kian merajalela tersebut. Bagaimanakah caranya? Berikut informasi selengkapnya.

1. Menjaga Mata
Cara pertama yang dapat dilakukan untuk menghindarkan diri dari kemaksiatan adalah dengan menjaga mata. Mata merupakan salah satu sumber berasalnya sebuah perbuatan maksiat. Sebab kebanyakan orang yang melakukan maksiat dikarenakan penglihatannya.

Maka tidak heran apabila Allah SWT senantiasa memerintahkan kita untuk menjaga mata dan pandangan dari segala sesuatu yang diharamkan. Allah Ta’ala berfirman:

”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’” (QS. An-Nur [24] : 30).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Ini adalah perintah dari Allah Ta’ala kepada hamba-hambaNya yang beriman untuk menjaga (menahan) pandangan mereka dari hal-hal yang diharamkan atas mereka. Maka janganlah memandang kecuali memandang kepada hal-hal yang diperbolehkan untuk dipandang. Dan tahanlah pandanganmu dari hal-hal yang diharamkan.” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/41)

Selain kemaksiatan yang mengundang nafsu, mata juga bisa menjadi sumber kita tinggi hati. Hal ini dapat terjadi ketika kita menggunakan mata tersebut untuk memandang rendah atau pun menghina orang lain.

2. Menjaga Telinga
Kiat untuk menghindari kemasiatan selanjutnya adalah dengan menjaga telinga. Seperti yang kita ketahui bahwa telinga berfungsi untuk mendengar. Namun ternyata bagian tubuh yang satu ini dapat membawa kita ke jurang kemaksiatan apabila tidak dipergunakan sesuai dengan syariat Islam.

Salah satu kemaksiatan yang kerap terjadi disebabkan oleh telinga ini ialah ketika kita mendengar ucapan yang tidak pantas. Tidak hanya itu saja, ternyata mendengar gosip juga dapat membuat kita terjerumus ke dalam kemaksiatan. Maka tidak heran jika kita harus senantiasa menjaga telinga. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya orang yang mendengar (seseorang yang mengumpat orang lain) adalah bersekutu (di dalam dosa)dengan orang yang berkata itu. Dan dia juga dikira salah seorang daripada dua orang yang mengumpat.”

3. Menjaga Lidah
Lidah menjadi anggota tubuh yang tidak bertulang namun ternyata memiliki dampak yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Maka wajar saja apabila Rasulullah SAW menjadikan lidah sebagai anggota tubuh yang harus diwaspadai karena dapat menjerumuskan manusia ke dalam neraka.

“Wahai Rasulullah, katakan kepadaku dengan satu perkara yang aku akan berpegang dengannya!” Beliau menjawab: “Katakanlah, `Rabbku adalah Allah`, lalu istiqomahlah”. Aku berkata: “Wahai Rasulullah, apakah yang paling anda khawatirkan atasku?”. Beliau memegang lidah beliau sendiri, lalu bersabda: “Ini.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Lidah tidak hanya dapat membuat hubungan antar tetangga menjadi tidak harmonis, bahkan perkataan yang disebabkan oleh lidah ini dapat memecah belah suatu bangga.

Rasulullah Saw. bersabda : “Kebanyakan dosa anak Adam karena lidahnya.” (Riwayat Athabrani dan Al Baihaqi)

Selain menjaga lidah dari segala perkataan yang dapat memecah belah, kita juga harus menjauhi perbuatan berbohong, ingkar janji, mengumpat ataupun debat kusir yang kerap dilakukan oleh manusia pada zaman sekarang ini.

4. Menjaga Perut
Cara selanjutnya yang dapat dilakukan untuk menghindarkan diri dari kemaksiatan adalah dengan menjaga perut. Hal yang perlu kita ingat adalah bahwa perut bukanlah tempat sampah yang dapat dimasuki oleh semua makanan.

Hal tersebut dikarenakan makanan atau apapun itu dapat berpengaruh secara langsung atau tidak terhadap tingkah laku seseorang. Terlebih lagi apabila makanan tersebut berasal dari hasil yang tidak halal.

Ternyata itu termasuk dalam syahwat perut yang harus dikendalikan. Sebab jika tidak dikendalikan akan membuat kita melakukan apa saja untuk memuaskan nafsu perut tersebut. Ketika hal ini terjadi, maka kita akan gelap mata dan melakukan apa saja agar nafsu tersebut terpenuhi.

Syahwat yang demikian ini telah membuat Nabi Adam As dikeluarkan dari surga yang kekal. Tidak hanya itu, dari syahwat ini pula kemudian timbul syahwat kemaluan dan kerakusan terhadap harta. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya di antara yang aku takutkan atas kalian, ialah syahwat mengikuti nafsu pada perut dan pada kemaluan kalian serta fitnah-fitnah yang menyesatkan”. (HR. Ahmad)

5. Menjaga Kemaluan
Cara yang tidak kalah pentingnya untuk menghindarkan diri dari kemaksiatan adalah dengan menjaga kemaluan dari segala sesuatu yang menyesatkan. Nafsu syahwat menjadi hal yang paling berbahaya apabila tidak dapat dikendalikan.

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur: 30)

Maka dari itu, kita harus bisa mengendalikan diri dengan sekuat tenaga dari hal-hal yang dapat membuat kita terjurumus dalam lembah kemaksiatan. Firman Allah Ta’ala

“Dan mereka yang selalu menjaga kemaluan mereka, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau apa-apa yang mereka miliki (daripada hamba jariah) maka mereka tidak tercela.” (Al Mukminun: 5-6)

6. Menjaga Dua Tangan
Menjaga kedua tangan juga dapat menjadi salah satu cara untuk menghindari maksiat. Ada begitu banyak kemaksiatan yang bisa disebabkan oleh kedua tangan ini, seperti pencurian, perampokan bahkan juga pembunuhan.

Tidak hanya itu saja, bahkan kemaksiatan tangan juga bisa dikarenakan tulisan kita di media sosial yang dapat menyakiti hati orang lain. Oleh sebab  itu, kita diperintahkan untuk menjaga kedua tangan agar tidak menjadi sumber dari kemaksiatan yang merugikan diri sendiri ataupun menyakiti orang lain.

7. Menjaga Dua Kaki
Cara terakhir untuk menghindari kemaksiatan adalah dengan menjaga kedua kaki. Ternyata bagian tubuh yang satu ini harus dipelihara dengan sebaik mungkin. Hal tersebut dikarenakan kaki dapat melangkah ke tempat yang diharamkan oleh Allah SWT.

Tidak hanya itu saja, kaki juga dapat berjalan menuju tempat di mana orang-orang zalim berada. Perbuatan seperti inilah yang dilarang karena dapat membuat kita terpengaruh dengan kebiasaan yang mereka lakukan. Firman Allah SWT:

“Dan jangan kamu cenderung hati kepada orang yang zalim, nanti kamu akan disentuh oleh api neraka.” (Hud: 113)

Demikianlah informasi mengenai cara yang dapat dilakukan untuk menghindari maksiat. Ternyata langkah yang kita anggap sederhana di atas mampu membuat kita terhindar dari perbuatan-perbuatan yang melanggar syariat Islam. Maka dari itu, mulai saat ini berprilaku dan bertindaklah sesuai dengan perinta Allah agar kita tidak terjerumus dalam lembah kemaksiatan.
Inilah Sosok Wanita-Wanita Pengasuh Rasulullah

Inilah Sosok Wanita-Wanita Pengasuh Rasulullah

Perjalanan hidup Rasulullah SAW sudah berliku semenjak beliau dilahirkan ke dunia. Ditinggal oleh ayahanda tercinta sejak dalam kandungan, membuat bayi Muhammad SAW terlahir sebagai seorang yatim. Tidak hanya itu, beliau juga harus kehilangan ibunda tercintanya ketika berusia 6 tahun.

Dalam kurun waktu tersebut Rasulullah SAW tentu merasakan kasih sayang dari ibunya. Bahkan beliau juga pernah menikmati ASI dari sang ibunda meskipun tidak berlangsung lama. Sebab sudah menjadi kebiasaan pemuka bangsa Arab untuk mencarikan ibu susuan dari pedesaan bagi bayi mereka.

Tujuannya adalah agar tubuh dari si bayi-bayi tersebut lebih sehat dan kuat. Ternyata hal ini juga terjadi kepada Rasulullah, beliau memiliki ibu susuan dan juga pengasuh semasa kecil. Siapa sajakah sosok wanita beruntung tersebut? Berikut informasi selengkapnya.

1. Tsuwaibah, Ibu Susuan Rasulullah
Tsuwaibah merupakan budak wanita dari Abu Lahab, paman Rasulullah.     Dirinya dimerdekakan setelah menyampaikan berita gembira mengenai kelahiran Rasulullah SAW. Tsuwaibah hanya menyusui dan merawat Nabi Muhammad hanya dalam beberapa hari saja.

Hal ini dikarenakan sebenarnya Abdul Muththalib dan Aminah ingin Muhammad SAW disusui oleh orang Badui. Jadi selagi menunggu mereka orang Badui yang tidak lain adalah Halimah datang ke Mekkah.

Tsuwaibah ternyata juga pernah menjadi ibu susuan dari pamannya Rasulullah yaitu Hamzah dan juga anak bibinya yang bernama Abu Salamah al Mahzumi. Karena jasa dari Tsuwaibah, maka tidak heran Rasulullah menganggapnya sebagai ibu sehingga beliau memuliakannya. Dirinya sering datang kepada Rasulullah setelah beliau menikah dengan Khadijah.

2. Halimah As-Sa’diyah
Halimah binti Abu Dzuaib As-Sa'diyyah adalah nama lengkap dari ibu susuan yang juga merawat Rasulullah SAW selanjutnya. Ia membawa Rasulullah ke kampung halamannya di Thaif yang berada di tengah-tengah Bani Sa’ad.

Pada awalnya, wanita ini seharusnya mengasuh Rasulullah hanya dalam kurun waktu 2 tahun. Akan tetapi, dikarenakan dirinya merasa khawatir sekaligus kasih sayang yang begitu besar kepada Rasul, maka ia meminta kepada Aminah untuk kembali mengasuh Muhammad beberapa tahun lagi.

Ada beberapa kejadian yang membuat dirinya merasa khawatir, salah satunya pembelahan dada Rasulullah yang dilakukan oleh malaikat. Sehingga setelah itu, ia mengembalikan kepengasuhan Muhammad SAW kepada ibundanya Aminah.

3. Judzamah Binti Harits Bin Abdul Izzi
Judzamah Binti Harits Bin Abdul Izzi merupakan anak dari Halimah. Ternyata beliau juga turut merawat serta mengasuh Rasulullah SAW dan menjadi saudara susuan dengan beliau. Judzamah lebih dikenal dengan Syaima, dirinya pernah menjadi tawanan saat perang Hunain dan kemudian dibebaskan.

4. Ummu Aiman Barakah al Habasiyah
Ummu Aiman Barakah al Habasiyah merupakan hamba sahaya dari Almarhum ayahanda Rasulullah SAW. Dirinya juga termasuk dalam orang yang membantu proses kelahiran Rasul. Ia mengasuh dengan penuh kesabaran dan juga kasih sayang.

Beliau juga merupakan salah seorang sahabat Rasulullah dan termasuk dalam 10 orang pertama pemeluk agama Islam. Ummu Aiman inilah yang menemani Rasulullah ketika ibundanya meninggal dunia. Ketika Rasulullah SAW telah dewasa, beliau memerdekakan Ummu Aiman dan menikahkannya dengan Zaid bin Haritsah.
Dua Jenis Kerusakan Ini Disebabkan Oleh Lidah

Dua Jenis Kerusakan Ini Disebabkan Oleh Lidah

Lidah merupakan bagian tubuh yang dapat menjadi salah satu media mendekatkan diri kepada Allah SWT. Caranya adalah dengan mempergunakan lidah untuk melaksanakan perintah Allah seperti membaca Al-Qur’an, saling menasihati, membagi ilmu dan masih banyak amalan kebaikan lainnya.

Akan tetapi di lain sisi, lidah juga lidah laksana pedang yang dapat melukai siapapun yang tidak bisa mempergunakannya dengan baik. Bahkan bahaya lidah menjadi salah satu perkara yang paling dikhawatirkan oleh Rasulullah.

Ternyata, lidah seseorang bisa menjerumuskan dirinya ke dalam api neraka. Tidak hanya itu saja, ada pula dua jenis kerusakan yang dapat disebabkan oleh lidah yang dapat menggugurkan semua amal. Kerusakan apa sajakah yang dimaksud? Berikut ulasannya.

1. Lidah yang Banyak Bicara Kebatilan

Kerusakan yang disebabkan oleh lidah yang pertama ialah lidah yang banyak berbicara mengenai kebatilan. Seperti yang diketahui bahwasanya lidah itu laksana pedang yang sangat tajam yang dapat melukai diri sendiri dan bahkan juga orang lain.

Kebatilan di sini maksudnya ialah berbicara yang tidak perlu. Karena hal ini, si manusia tersebut bisa saja tergiring ke dalam neraka. Meskipun dirinya gemar berbuat kebaikan dan mendapatkan banyak pahala, akan tetapi kerusakan lidah dapat membuatnya berdosa karena kedzalimannya tersebut.

Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang pada hari kiamat nanti datang membawa pahala shalat, zakat dan puasa, namun di samping itu ia membawa dosa mencela, memaki, menuduh zina, memakan harta dengan cara yang tidak benar, menumpahkan darah, dan memukul orang lain.” (HR.Muslim)

Kata-kata batil yang dikeluarkan oleh lidah bukan hanya tidak bermanfaat akan tetapi juga dapat menyebabkan hubungan baik dalam masyarakat menjadi rusak. Maka dari itu, alangkah lebih baik jika kita memikirkan segala sesuatu yang hendak diucapkan agar tidak menimbulkan kesesatan bagi dirinya sendiri dan juga orang lain.

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari Muslim).

“Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku di akhirat nanti adalah orang yang paling jelek akhlaknya, orang yang banyak bicara, orang yang berbicara dengan mulut yang dibuat-buat dan orang yang sombong.” (Jami’ al-Shaghir).

Suatu hari seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW seraya berkata, “Ya Rasulullah! Sungguh si fulanah itu terkenal banyak shalat, puasa, dan sedekahnya. Akan tetapi juga terkenal jahat lidahnya terhadap tetangga-tetangganya.”. Maka berkatalah Rasulullah SAW kepadanya, “Sungguh ia termasuk ahli neraka”.

Kemudian laki-laki itu berkata lagi, “Kalau si fulanah yang satu lagi terkenal sedikit shalat, puasa dan sedekahnya, akan tetapi ia tidak pernah menyakiti tetangganya.” Maka Rasulullah SAW berkata, “Sungguh ia termasuk ahli surga.” (HR.Muslim).

Kebanyakan kerusakan ilmu itu diakibatkan oleh banyaknya perkataan batil. Mereka ahli dalam berbicara akan tetapi tidak memiliki ilmu. Maka tidak heran jika pembicaraan orang yang demikian hanya membawa kesesatan, memcerai beraikan hubungan serta memecah tali silaturahmi.

2. Lidah yang Diam Terhadap Kebatilan

Kerusakan yang kedua adalah lidah yang diam terhadap kebatilan, biasanya jenis ini akan menyembunyikan kebenaran dan justru membiarkan kebatilan. Imam Ibn Hajar dalam kitab al-Shawa’iq al-Muhriqah mengatakan, orang yang dilaknat Allah adalah seorang berilmu (ulama’) yang mendiamkan terhadap bid’ah agama.

Dalam hadis tersebut di atas, Rasulullah SAW tidak sekedar memerintahkan untuk diam, akan tetapi hadis itu memberi pelajaran kita untuk tidak berkata kecuali yang baik dan benar.

Tidak selamanya diam itu adalah emas, sebab orang yang terus menerus diam adalah orang yang bodoh dan Rasulullah tidak mengajarkan hal yang demikian ini. Maka dari itu, apabila tidak tahu bertanyalah kepada orang yang lebih mengetahui dengan demikian maka kita tidak lagi diam terhadap kebatilan.

Sufyan ats-Atsauri Rahimahullah berkata:“Ibadah yang pertama kali adalah diam, kemudian menuntut ilmu, mengamalkan, menghafal dan menyampaikannya.”

Terlebih lagi jika kita berilmu dan tetap mendiamkan kebatilan, maka itu menjadi salah satu sumber kerusakan agama. Maka tidak heran jika  Rasulullah senantiasa menyuruh kita untuk berhati-hati dengan perkara lidah ini.

“Wahai Rasulullah, katakan kepadaku dengan satu perkara yang aku akan berpegang dengannya!” Beliau menjawab: “Katakanlah, `Rabbku adalah Allah`, lalu istiqomahlah”. Aku berkata: “Wahai Rasulullah, apakah yang paling anda khawatirkan atasku?”. Beliau memegang lidah beliau sendiri, lalu bersabda: “Ini.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Demikianlah informasi mengenai dua kerusakan yang disebabkan oleh lidah. Sudah semestinya kita mempergunakan lidah sesuai dengan fungsinya yakni bertutur kata yang baik dan menyampaikan segala sesuatu yang baik pula. Ingatlah bahwa ketika kebatilan dibiarkan maka itu tidak hanya merusak iman namun juga dapat memecah belah persatuan.
Doa Nabi Ibrahim Tertolak Sampai Empat Bulan

Doa Nabi Ibrahim Tertolak Sampai Empat Bulan

Siapa yang menyangka, ternyata karena sebutir buah kurma seseorang harus menanggung dosa. Bukan dikalangan manusia biasa, hal ini justru dialami oleh Nabi. Adalah Nabi Ibrahim, meski bergelar Bapak para Nabi, tak lantas mendapat kompensasi dari sang Pencipta.

Ia tetap berdosa karena sebutir kurma. Bahkan, yang dilakukannya adalah tindakan tidak sengaja. Namun dosa tetap lah dosa, tidak peduli siapa pelakunya. Ia tetap akan menerima akibatnya. Doa yang selalu mustajab ditolak selama empat bulan lamanya.

Nabi Ibahim bergegas mencari akar permasalahan. Caranya adalah dengan mengunjugi si pemilik kurma yang tidak sengaja diambilnya dengan meminta maaf dan membayarnya. Namun celaka, sang pemilik kurma tersebut sudah meninggal. Bagaimana kisah selengkapnya?

Dalam bukunya Tazkirat-Ul Auliya dan dalam Buku Masnawi Karya Sufi Jalaluddin Rumi, kisah ini terjadi ketika Nabi Ibrahim as selesai melaksanakan ibadah haji. Beliau kemudian berencana untuk berziarah ke Masjidil Aqsha. Untuk membekali diri sepanjang perjalanan, sang Nabi kemudian membeli satu kilo kurma kepada seorang pedangan di wilayah Masjidil Haram.

Setelah mengetahui kurmanya sudah dibungkus, Nabi Ibrahim melihat ada satu butir kurma yang jatuh dekat dengan timbangan. Merasa itu adalah kurma miliknya, sang Nabi kemudian memakan kurma tersebut. Tanpa berdosa dan tanpa merasa bersalah, mengingat kurma tersebut bagian yang terjatuh, maka Nabi pun melanjutkan kehidupannya seperti biasa.

Empat bulan setelah kejadian tersebut, Nabi Ibrahim baru tiba di Al Aqsa. Sesampainya disana, beliau mencari lokasi yang hening agar khusus dalam berdoa dan beribadah kepada Allah SWT. Ternyata dalam keheningannya, Ia justru mendengar dua malaikat bercerita tentang dirinya.

“Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,” kata malaikat yang satu. “Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yang lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram,” jawab malaikat yang satu lagi.

Mendengar hal itu, Nabi kaget bukan kepalang. Dari percakapan tersebut, bisa jadi selama empat bulan semua ibadahnya tidak diterima Allah. Hal ini hanya karena sebutir kurma. Menyesali tindakannya akhirnya Nabi Ibrahim berencana kembali ke Masjidil Haram untuk menemui sang penjual dan meminta maaf.

Namunu celaka, karena sang penjual ternyata sudah meninggal dunia. Ditempat pedagaagang kurma yang pernah dibelinya tersebut dijaga oleh seorang anak muda. Ternyata Ia adalah anak sang penjual.

“4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang?” tanya Ibrahim.

“Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma” jawab anak muda itu.

“Innalillahi wa innailaihi roji’un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?”.

Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat. “Nah, begitulah” kata ibrahim setelah bercerita, “Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?”.

“Bagi saya tidak masalah. Insya Allah saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatasnamakan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya.”

Ya Allah, perkara yang biasa kita sepelekan ini ternyata berdampak panjang. Namun Nabi Ibrahim tidak patah arang. Ampunan Allah lebih penting dibanding rasa letih dan malas untuk mencari kesebelas orang tersebut.

“Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu.”

Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh ibrahim. 4 bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra.  Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap.

“Itulah ibrahim bin adham yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain.”

“O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat halalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.”

Selama ini pikiran kita hanya yang jelas haram baru berbuah dosa. Ternyata, jangankan yang haram, secuil syubhat pun sudah cukup membuktikan, siapa yang akan menjadi penghuni surga dan neraka itu.
Sembuhkan Lima Penyakit Ini dengan Rutin Shalat Tahajjud

Sembuhkan Lima Penyakit Ini dengan Rutin Shalat Tahajjud

Shalat tahajjud menjadi salah satu shalat sunnah yang memiliki keutamaan di dalam ajaran Islam. Pasalnya, waktu sepertiga malam yang dianjurkan untuk melaksanakan shalat ini adalah waktu dimana para malaikat turun ke bumi.

Tidak hanya itu, pada waktu sepertiga malam ini pula Allah akan mengabulkan doa yang dipanjatkan oleh hamba-Nya. Dengan melaksanakan shalat sunnah yang satu ini akan membuat tubuh kita terhindari dari berbagai jenis penyakit yang dapat menyerang tubuh.

Mungkin tidak banyak orang yang mengetahui bahwa shalat ini berfaedah untuk kesehatan tubuh dan dapat mengobati berbagai macam penyakit. Lalu, penyakit apa sajakah yang dapat disembuhkan dengan shalat ini? Berikut informasi selengkapnya.
1. Mengobati Diabetes

Manfaat pertama dari shalat tahajjud bagi kesehatan ialah ternyata dengan mengerjakannya dapat membantu dalam mengobati diabetes. Berdasarkan beberapa penelitian dkatakan bahwa shalat tahajjud tersebut membuat kandungan kortisol menjadi rendah.

Seperti yang sudah diketahui bahwa kortisol ini sendiri memiliki manfaat untuk meningkatkan kandungan gula darah dengan cara merangsang metabolisme karbohidrat. Apabila kortisol ini bertambah maka kandungan gula darah dalam tubuh pun akan menjadi lebih.

2. Mencegah Pembengkakan Jantung

Tidak hanya dapat mengobati diabetes, manfaat shalat tahajjud bagi kesehatan selanjutnya adalah mencegah pembengkakan jantung. Ternyata menurunnya kandungan kortisol itu memiliki banyak kelebihan. Dengan rendahnya kortisol tersebut maka ia akan menghalangi pengeluaran urine.

Itu artinya kita tidak akan kebelet untuk buang air kecil  ke kamar saat malam hari. Shalat tahajjud ini dianjurkan bagi mereka yang menderita pembengkakan jantung dan gagal ginjal karejna dapat mereduksi kortisol. Ketika kortisol ini tereduksi, maka tidak akan terjadi pembengkakan dan pembuangan urine pun akan semakin mudah.

3 Mencegah Penyakit Hipertensi dan Hipotensi
Sepertiga malam atau waktu untuk melaksanakan shalat tahajjud ternyata menjadi saat yang penting bagi otak manusia. Pada waktu tersebut otak manusia akan melepaskan serotonin, beta endorsin, dan melatonin. Dengan lepasnya ketiga zat tersebut maka akan membuat seseorang merasa lebih tenang sampai homeostasis terbangun.

Namun, lain halnya apabila homeostasis terganggu, maka akibatnya adalah orang tersebut akan mudah mengalami pusing dan bisa saja mengakibatkan hipertensi (tekanan darah tinggi) atau juga hipotensi (tekanan darah rendah).

Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk melaksanakan shalat tahajjud agar dapat mengalami relaksasi secara maksimal. Tidak hanya itu saja, keseimbangan tubuh juga akan lebih terbangun dan membuat peluang hipertensi atapun hipotensi bisa diturunkan.

4. Lebih Sabar serta Tak Gampang Marah
Jika kortisol tidak menurun maka itu justru akan merangsang efek suka atau depresi yang berlebihan. Maka dari itu kita dianjurkan untuk shalat tahajjud karena waktu ini kortisol akan menurun membuat seseorang menjadi lebih tenang.

Dengan ketenangan tersebut maka diri kita tidak akan mudah terbebani dan tidak tertekan dengan segala permasalahan yang dapat mengganggu kesehatan. Maka tidak heran jika orang yang gemar shalat tahajjud akan lebih sabar, berwibawa, serta memiliki emosi yang terkendali.

5. Kemoterapi Kanker Tanpa ada Efek Samping
Menderita kanker tentu bukanlah hal yang diharapkan oleh semua orang. Namun, sebagian di antara kita ternyata mengidap penyakit kanker dan harus menjalani serangkaian pengobatan salah satunya kemoterapi.

Seperti yang diketahui bahwa kemoterapi kanker ini mengandung efek samping seperti mual, rambut rontok, infeksi dan masih banyak lagi. Namun ternyata ketika seseorang terserang kanker, maka ia dianjurkan untuk melaksanakan shalat tahajjud, inilah bentuk kemoterapi tanpa efek samping.

Karena ketika seseorang rajin melaksanakan shalat tahajjud maka hatinya akan dipenuhi dengan zat keimanan. Tidak hanya itu, orang tersebut juga akan semakin yakni dengan pertolongan Allah SWT sehingga membuat pikiran dan hatinya menjadi tenang dalam menghadapi cobaan tersebut.

Demikianlah informasi mengenai manfaat kesehatan yang akan diperoleh apabila gemar melakukan shalat tahajjud. Maka dari itu, perbanyaklah mengerjakan amal ibadah yang satu ini, karena selain akan mendapatkan pahala yang luar biasa kita juga akan merasakan manfaatnya bagi kesehatan tubuh.
Malaikat Melindungi Mayat Jenazah Ini dengan Sayapnya

Malaikat Melindungi Mayat Jenazah Ini dengan Sayapnya

Nabi Muhammad SAW merupakan manusia pilihan yang menjadi penyampai pesan. Kedekatan beliau dengan Allah SWT tentu menjadi keistimewaan yang tidak ada bandingnya di dunia ini. Setiap kisah yang melibatkan Nabi akan sangat penting bagi pengikutnya.

Salah satunya adalah kisah berikut ini. Seorang yang istimewa karena jenazahnya mendapat perlindungan dari sayap malaikat. Orang ini tewas sewaktu terlibat perang melawan kaum musrikin. Bahkan, tubuhnya dicincang menjadi beberapa bagian oleh musuh.

Namun ternyata, Ia mendapat keistimewaan tersendiri. Karena Rasulullah SAW mengabarkan jika jasadnya dilindungi oleh sayap malaikat. Siapakah orang ini? Mengapa dirinya begitu istimewa hingga malaikat pun melindungi jenazahnya.

Syuhada yang jenazahnya dilindungi oleh sayap malaikat tersebut ternyata bernama Abdullah bin Amru bin Harram. Dirinya termasuk ke dalam golongan 70 orang yang turut serta dalam pembaiatan Rasulullah SAW di Aqobah Kedua.

Tidak hanya itu, dirinya juga dipercaya menjadi salah satu ketua dari 12 ketua yang ikut dalam pembaiatan Rasulullah tersebut. Abdullah bin Amru bin Harram juga pernah turut serta dalam perang Badar yang berhasil dimenangkan oleh kaum muslimin. Ia tampil dengan gagah berani kala berada di medan perang.

Namun takdir berkata lain, di perang Uhud pada tahun ke 3 hijriyah ia meninggal di medan perang. Sebelum pergi ke medan perang tersebut, ia berkata, "Aku tidak ingin melihat aku terbunuh di perang ini tapi aku berharap menjadi orang pertama yang mati syahid diantara orang-orang muslim."

Dikisahkan pada suatu malam, Abdullah bin Amru bin Harram memanggil anaknya yang bernama Jabin bin Abdulllah. Dirinya berkata, “"Rasanya sayalah yang akan terbunuh diantara para sahabat dalam perang ini. Semoga saya orang pertama yang mati syahid. Demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih saya cintai setelah Rasulullah SAW melainkan dirimu. Saya mempunyai hutang, maka kelak kalau saya wafat bayarlah hutangku dan berilah nasehat kepada saudaramu yang lain."

Pada keesokan harinya, umat Islam keluar dari rumah mereka untuk menghadapi kaum kafir Quraisy. Dalam perang tersebut Rasulullah menjadi pemimpin perang yang sangat ulung. Namun, kaum muslimin mengalami kekalahan atas kaum Quraisy.

Penyebab utamanya adalah para pemanah melanggar perintah dari Rasulullah SAW untuk tetap berjaga di tempat mereka. Karena ketidakpatuhan ini, akhirnya kaum Quraisy berhasil menggempur habis-habisan umat Islam. Abdullah bin Amru bin Harram termasuk satu di antara para syuhada yang gugur dalam perang ini.

Menderita kekalahan, umat Islam pun mulai mengumpulkan pasukkan yang telah wafat setelah perang tersebut usai. Jabir pun turut serta mencari keberadaan si ayah dan menemukan orang yang dikasihinya tersebut sudah tidak bernyawa lagi.

Abdullah bin Amru bin Harram gugur sebagai seorang Syuhada dalam perang tersebut. Rasulullah SAW juga turut berbelasungkawa atas kejadian ini. Tidak hanya itu, beliau juga merasa bangga kepada Abu Jabir hingga beliau bertakziah ke rumah keluarga Abdullah bin Amru bin Harram.

Pada waktu Rasulullah SAW melihat Jabir dan keluarganya sedang menangis, kemudian beliau bersabda:

"Kalian menangis atau tidak menangis, para malaikat akan melindunginya dengan sayap-sayapnya."

Setelah mendengar penuturan dari Rasulullah tersebut, Jabir dan keluarga Abdullah bin Amru bin Harram menjadi pasrah dan ikhlas atas sepeninggalan orang yang mereka cintai tersebut. Pada suatu hari Rasulullah SAW bersabda,

"Wahai Jabir, Allah tidak pernah berbicara kepada seseorang melainkan di balik tabir. Dan Allah SWT berbicara dengan ayahmu secara langsung."

Rasulullah SAW juga pernah bercerita bahwa ayah Jabir ini memiliki keinginan yang kuat untuk berjuang di jalan Allah SWT. Abdullah bin Amru pernah berdoa,

"Ya Allah, berikanlah keturunanku nikmat yang engkau berikan padaku."

Setelah itu, Rasulullah SAW memerintahkan untuk mengubur jenazah Abdullah bin Amru bin Harram di kuburan Baqi bersama Amru bin Al-Jumuh dalam satu liang. Hal ini dikarenakan mereka berdua merupakan teman akrab yang saling mencintai di jalan Allah SWT.

Demikianlah kisah mengenai jenazah syuhada yang dilindungi oleh sayap malaikat. Ternyata syuhada tersebut adalah Abdullah bin Amru bin Harram. Maka patutlah beliau mendapatkan keistimewaan yang demikian karena senantisa berjuang di jalan Allah Ta’ala hingga akhir hayatnya.
Ternyata Ini Alasan Umar bin Khattab Usir Dua Lelaki Tampan

Ternyata Ini Alasan Umar bin Khattab Usir Dua Lelaki Tampan

Umar bin Khattab merupakan sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah SAW. Walaupun sebelumnya ia merupakan penentang agama Islam dan menjadi musuh yang paling perkasa. Namun hidayah menuntun Umar menjadi pemeluk agama Allah ini.

Hingga pada akhirnya ia dipercaya menjadi khalifah kedua setelah sepeninggalan Rasulullah dan Abu Bakar. Dalam kepemimpinannya, Islam berhasil menaklukkan berbagai negeri. Selain itu, dirinya juga sangat dekat dengan rakyat karena kerap berkeliling ke berbagai pelosok Madinah.

Berkeliling ini menjadi metode untuk mengetahui kondisi rakyat secara nyata. Ternyata, ada sebuah kisah bahwa dalam blusukannya tersebut Umar pernah mengusir dua lelaki tampan yang menjadi penduduknya. Lantas, apa alasan Umar melakukan hal tersebut? Berikut kisah selengkapnya.

Dikisahkan pada suatu malam Khalifah Umar bin Khattab berkeliling ke berbagai pelosok di kota Madinah. Ketika dalam blusukan tersebut, beliau mendengar seorang wanita bersenandung dengan bait yang cukup ‘aneh’. Bunyi bait tersebut adalah seperti ini:

“Adakah jalan untuk minuman keras
Dan aku akan meminumnya
Atau adakah jalan kepada Nashr bin Hajjaj?”

Setelah mendengar lantunan bait yang aneh tersebut, Khalifah Umar pun bertanya-tanya siapakah Nashr bin Hajjaj yang disebut dalam nyanyian wanita tadi? Setelah mendapatkan informasi mengenai sosok tersebut dari pembantunya, maka Umar langsung memanggil si pemuda tadi.

Ternyata, pemuda yang disebutkan dalam nyanyian wanita di malam tersebut memiliki rupa yang sangat tampan. Maka tidak heran jika hal tersebut membuat dirinya di gila-gilai oleh wanita yang ada di sana.

Setelah itu, Amirul Mukminin pun memerintahkan Nashr bin Hajjaj untuk memotong rambutnya. Namun ternyata Nashr bin Hajjaj justru terlihat semakin tampan. Mengetahui hal ini, Umar kemudian menyuruh dirinya untuk memakai ikat kepala, malah membuat Nashr bin Hajjaj jauh lebih tampan lagi. Maka dari itu, demi kebaikan Nashr, akhirnya Umar memerintahkan dirinya untuk bergabung menjadi tentara di Bashrah.

Setelah waktu berlalu, Umar bin Khattab tetap rajin blusukan melihat keadaan rakyatnya pada malam hari. Kali ini, beliau mendengar perbincangan beberapa orang wanita. Ternyata mereka tengah membicarakan lelaki tampan yang bernama Abu Dzuaib.

Keesokan harinya, Umar bin Khattab memanggil si pria yang menjadi bahan perbincangan tersebut. Setelah melihatnya ternyata memang benar bahwa lelaki ini sangat tampan. Maka dari itu, Umar pun kemudian menyuruhnya untuk memotong rambut seperti Nashr dan hasilnya sama ternyata ia malah terlihat semakin tampan.

Lalu berkatalah si pria tadi kepada Umar, “Wahai Amirul mukminin,” kata Abu Dzuaib yang mengerti maksud Umar bin Khattab, “jika aku harus berangkat, susulkan aku pada sepupuku.” Ya, Abu Dzuaib adalah sepupu Nashr bin Hajjaj. Lalu dirinya pun menyusul sepupunya tersebut, menjadi tentara Islam di Bashrah.

Ternyata ada alasan tersendiri Umar memerintahkan keduanya untuk pergi menjadi tentara. Tujuannya adalah agar mereka berdua terselamatkan dari fitnah wanita dan menggabungkan mereka dengan barisan calon syuhada.

Selain itu, khalifah Umar juga berusaha untuk menyelamatkan para muslimah dari godaan jiwa dan fitnah pandangan mata. Maka beruntunglah orang-orang yang menyucikan jiwa dan merugilah ornag yang menodainya.

Umar mengetahui bahwa ketika muslimah tadi sibuk membicarakan ketampanan lelaki, ia telah terjatuh dalam nafsu hewani yang hanya mementingkan rupa dan fisik semata. Ketika mereka terus mengulangi kegiatan serupa makan hatinya akan menjadi gersang karena tidak pernah berdzikir kepada Allah dan tidak ada sentuhan Ilahiyah.

Demikianlah informasi mengenai alasan Umar bin Khattab mengusir dua lelaki tampan dan menyuruh mereka untuk menjadi tentara. Semoga kisah ini memberikan pengajaran kepada kita bahwa harus senantiasa berserah diri kepada Allah dan tidak boleh mengagumi sesame manusia secara berlebihan.
Ternyata Ini Alasan Allah Ciptakan Lalat di Muka Bumi

Ternyata Ini Alasan Allah Ciptakan Lalat di Muka Bumi

Lalat menjadi salah satu hewan yang tidak disukai oleh sebagai orang. Hal ini dikarenakan lalat kerap kali hinggap dan bahkan masuk ke dalam makanan ataupun minuman kita. Sehingga orang yang mengalaminya akan merasa jijik dengan hal tersebut.

Terlebih lagi, kita ketahui bahwa lalat memang hidup di tempat yang kotor seperti tempat sampah, kotor hewan dan lainnya. Maka tidak heran banyak orang yang merasa bahwa lalat adalah binatang pembawa berbagai macam penyakit.

Atas dasar pemikiran di atas, banyak orang yang kemudian bertanya mengapa binatang ini diciptakan jikalau banyak mudharatnya? Ternyata, Al-Qur’an memiliki jawaban atas pertanyaan tersebut. Lantas, apa alasan Allah menciptakan lalat di muka bumi? Berikut informasinya.

“Hai Manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun. Walaupun mereka bersatu untuk membuatnya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pula) yang disembah.” (QS. Al Hajj: 73)

Dari ayat di atas, dapat diambil pelajaran bahwasanya kita harus menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya Dzat yang wajib disembah. Selain itu, kita juga diwajibkan untuk meninggalkan kesyirikan yang biasa dilakukan oleh para penyembah berhala.

Ternyata tujuan utama Allah SWT membuat perumpamaan demikian adalah untuk menghinakan berhala dan orang yang menyembahnya. Maka dari itu, Allah SWT dengan sengaja memperlihatkan satu makhluk yakni lalat, yang mana berhala serta yang menyembah berhala tersebut tidak dapat membuatnya. Meskipun mereka berkumpul, maka benda-benda mati tersebut tidak akan pernah bisa melakukannya.

Bahkan dalam perumpaan yang sebutkan dalam Al-Qur’an tersebut, Allah menggambarkan bahwa lalat lebih kuat untuk mempertahankan sesuatu yang telah diambilnya sehingga kaum menyembah berhala tersebut tidak mampu untuk mengambilnya kembali.

Allah SWT tentu saja memiliki maksud tersendiri dalam penciptaan segala sesuatu yang ada di semesta ini. Terlebih lagi jika ciptaan tersebut disebutkan dalam Al-Qur’an, pasti ada maksud tersendiri di balik itu semua.

Misalnya saja Allah SWT banyak bersumpah dengan makhluk ciptaan-Nya seperti matahari, waktu Dhuha, dan lain sebagainya. Tentu saja objek sumpah ini memiliki nilai lebih di hadapan Allah SWT dan terbukti ilmiah kemanfaatannya bagi alam semesta beserta isinya ini, termasuk di dalamnya penyebutan lalat.

Tidak hanya di dalam AL-Qur’an, ternyata nama lalat juga kerap di sebutkan dalam sabda Rasulullah SAW. Lalat ini ternyata memiliki dua sisi perbedaan, dimana satu sisi bisa dikatakan seperti racun, namun di sisi lain ia juga memiliki penawar yakni pada bagian sayapnya. Rasulullah SAW bersabda:

“Jika lalat terjatuh di minuman salah seorang di antara kamu, maka benamkanlah ia, kemudian lepaskanlah (buanglah), karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang lainnya terdapat obat (penawar).” (HR. al-Bukhari)

Hadist di atas adalah hadist yang shahih. Maka dari itu kita tidak boleh meragukan ucapan dari Rasulullah SAW karena beliau tidak pernah mengatakan segala sesuatu jika bukan berdasarkan dari wahyu Allah SWT.

Dalam sunan Ibnu Majah dari Abu Said Al-Khudri diriwayatkan bahwa Rasulullah S.A.W bersabda:

“Salah satu sayap lalat itu adalah racun, sementara yang lainnya adalah obat. Maka, apabila seekor lalat jatuh dalam makanan, tenggelamkanlah. Karena ia mendahulukan racun dan mengakhirkan obatnya”.

Selain hadist dan Al-Qur’an, dalam dunia pengetahuan juga sudah dilakukan berbagai macam penelitian terhadap lalat. Sekelompok peneliti Universitas Alicante, Spanyol membuktikan bahwa larva lalat dapat mengurai tinja hewan dan manusia. Itu artinya larva lalat bermanfaat mengurangi jumlah biologis yang ada di muka bumi.

Demikianlah informasi mengenai alasan Allah SWT menciptakan lalat. Ternyata semua itu bertujuan untuk menghinakan berhala dan penyembahnya. Sungguh Maha Benar Allah yang menciptakan segala sesuatu dengan manfaatnya masing-masing.
Tiga Cara Halau Agar Setan Tidak Masuk ke Tubuh Saat Menguap

Tiga Cara Halau Agar Setan Tidak Masuk ke Tubuh Saat Menguap

Menguap menjadi salah satu pertanda bahwa seseorang merasa ngantuk ataupun kelelahan berlebihan. Rasa ingin menguap bisa timbul kapan saja tanpa terkecuali ketika kita tengah menjalankan ibadah seperti halnya salat.

Meskipun tidak dilarang namun kebiasaan menguap ini harus sebisa mungkin dihindari. Terlebih lagi jika kita menguap tanpa adab, hal yang demikian ini justru bisa memicu masukkan setan ke dalam diri. Ketika setan sudah masuk, maka orang tersebut bisa saja digoda agar malas melakukan ibadah.

Oleh sebab itu, kita harus mengetahui tata cara menguap yang baik dan benar sesuai dengan syariat. Tujuannya adalah agar menghalau masuknya setan ke dalam diri. Lalu, bagaimanakah caranya? Berikut informasi mengenai tiga cara halau setan agar tidak masuk ke tubuh saat menguap.

1. Berusahalah untuk Menolak Rasa Ingin Menguap
Cara pertama yang bisa kita lakukan untuk menghalau setan tidak masuk ke dalam tubuh ketika menguap adalah dengan menolaknya. Ketika hendak menguap, berusahalah keras mungkin untuk menolak dan menahannya terutama ketika sedang shalat. Dengan demikian maka kita akan terhindari dari masuknya setan ke dalam diri. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW.

Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri RA, Rasulullah bersabda,“Apabila salah seorang dari kalian menguap dalam shalatnya, hendaklah ia berusaha menahan menguapnya sebisa mungkin karena setan bisa masuk.” (HR Muslim).

Syekh Nada menambahkan, bagaimana setan bisa masuk? Tak perlu heran. Setan adalah makhluk yang tercipta dari api, bisa berubah bentuk, berpindah, dan bergerak seperti hawa dan angin.

2. Tutup Mulut Ketika Menguap
Akan tetapi tidak semua orang bisa menolak ataupun perasaan ingin menguap. Jika hal ini terjadi, maka langkah ang harus diambil adalah dengan dengan meletakkan tangan di mulut dan menutupnya. Hal ini bertujuan agar saat kita menguap mulut tidak tersebut.

Alasan lainnya adalah ketika manusia menguap dan mulutnya tidak tertutup maka ia akan terlihat birik dan saat itu setan akan mentertawakannya. Anjuran untuk menutup mulut saat menguap ini tertuang dalam sabda Rasulullah SAW.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda, “Jika salah seorang dari kalian menguap, tutuplah mulutnya dengan tangannya.” (HR Turmudzi).

3. Tidak Mengeluarkan Suara
Cara terakhir agar setan tidak masuk ke dalam tubuh ketika menguap adalah dengan tidak mengeluarkan suara. Ternyata mengeluarkan suara saat menguap adalah adab yang buruk dalam ajaran Islam.

Akan tetapi, banyak orang yang belum mengetahui mengenai hal tersebut. Bahkan ada di antara mereka yang dengan sengaja menguap sekaligus mengeluarkan suara agar mendapatkan kepuasan diri atapun juga dianggap lucu bagi oang yang ada di sekitarnya.

Padahal sebenarnya, perbuatan yang demikian ini sangat dekat dengan perilaku setan. Dalilnya masih merujuk riwayat Turmudzi tersebut. Disebutkan bahwa bila seseorang menguap lalu mengeluarkan suara “aahh”, maka setan tertawa di dalam perutnya.

Demikianlah informasi mengenai tiga cara yang dapat diterapkan agar setan tidak masuk ke dalam tubuh ketika seseorang menguap. Kita harus menyadari bahwa menguap menjadi salah satu jalan bagi setan untuk masuk dan menjerumuskan manusia ke dalam lembah kesesatan.
Ini Penyebab Wanita Tidak Cantik Lagi Setelah Menjadi Istri

Ini Penyebab Wanita Tidak Cantik Lagi Setelah Menjadi Istri

Hal ini mungkin lazim dirasakan oleh banyak pria yang sudah bergelar suami. Ketika melihat istri, terbesit pikiran jika orang yang mendampinginya tersebut tidak secantik dulu. Ada pria yang bisa menerimanya, ada pula yang justru melirik selain kepada wanitanya.

Tidak jarang, suami melakukan tindakan menyakitkan yakni perselingkuhan dengan wanita lain. Alasannya, istri tidak bisa merawat diri, tidak enak dipandang lagi dan berbagai alasan yang membuat mereka tertarik kepada wanita lain.

Untuk para suami, penyebab wanita tidak cantik lagi setelah menjadi istri berikut ini bisa menjadi bahan introspeksi. Benarkah istri benar-benar tidak secantik saat pertama kali anda mengenalnya. Atau justru permasalahan ada pada diri anda? Berikut ulasannya.

Kehidupan setelah menikah tidak melulu mulus seperti yang diharapkan. Akan ada kerikil tajam yang akan menjadi sandungan dan membuat seseorang terpeleset hingga tersungkur. Salah satu cobaan yang mungkin dialami adalah perselingkuhan.

Hal ini tentu sangat menyakitkan. Konon pihak yang sering dirugikan dalam hal ini adalah wanita atau istri. Wanita lain dengan fisik lebih cantik tentu akan menjadi ujian hebat bagi para pria. Ada yang bisa menolaknya, namun ada pula yang terjerumus ke lembah nista.

Ujung-ujungnya, istri lah yang tetap disalahkan oleh para suami. “Salah sendiri, kenapa tidak menjaga berat badan” “Kamu itu gak secantik dulu, sementara aku bekerja dikelilingi wanita cantik”. Mungkin alasan-alasan klasik seperti ini akan menjadi senjata pria agar wanita merasa bersalah karena tidak menyenangkan prianya.

Namun benarkah demikian yang terjadi? Istri tidak cantik lagi karena salahnya sendiri? Pria, anda harus membaca nasihat Syekh berikut ini.

Seorang suami mengadukan apa yang Ia rasakan kepada seorang Syekh. Bukan mendapat dukungan, suami ini justru mendapat nasehat yang menjadi tamparan keras baginya. Tidak hanya dia, namun semua suami di dunia ini. Berikut percakapan suami tersebut dengan Syekh

“Ketika aku mengagumi calon istriku seolah-olah dalam pandanganku Allah tidak menciptakan perempuan yang lebih cantik darinya di dunia ini. Ketika aku sudah meminangnya, aku melihat banyak perempuan seperti dia. Ketika aku sudah menikahinya aku lihat banyak perempuan yang jauh lebih cantik dari dirinya. Ketika sudah berlalu beberapa tahun pernikahan kami, aku melihat seluruh perempuan lebih manis dari pada istriku.”

Syekh berkata:  “Apakah engkau tahu, ada yang jauh lebih parah daripada yang engkau alami saat ini!?”

Laki-laki penanya: “Iya, mau.”

Syekh: “Sekalipun engkau mengawini seluruh perempuan yang ada di dunia ini, pasti anjing-anjing yang berkeliaran di jalanan itu lebih cantik dalam pandanganmu dari pada wanita manapun.”

Laki-laki penanya itu tersenyum masam, lalu ia berujar: “Kenapa tuan Syekh berkata demikian?”

Syekh itu melanjutkan:  “Karena masalahnya terletak bukan pada istrimu. Namun pada  manusia diberi hati tamak, pandangan yang menyeleweng, dan kosong dari rasa malu kepada Allah. Mata manusia tidak akan pernah puas, kecuali jika sudah tertutup tanah kuburan.”

Rasulullah bersabda: “Andaikan anak Adam itu memiliki lembah penuh berisi emas pasti ia akan menginkan lembah kedua, dan tidak akan ada yang bisa memenuhi mulutnya kecuali tanah. Dan Allah akan menerima taubat siapa yang mau bertaubat”.

Lalu Syekh itu bertanya, “Apakah engkau ingin istrimu kembali seperti dulu, menjadi wanita terindah di dunia ini?”

“Iya Syekh,” jawab lelaki itu dengan perasaan tak menentu.

“Pejamkanlah matamu dari hal-hal yang haram… Ketahuilah, orang yang merasa cukup dengan suatu yang halal, maka dia akan diberi kenikmatan yang sempurna di dalam barang halal tersebut.

Benar bukan nasihatnya? Tidak sedikit pria berselingkuh meskipun istrinya cantik. Untuk wanita tentu ini bukan akhir dari segalanya, tetaplah baik dan berbakti. Merawat diri meski dianggap tak cantik lagi. Karena kesalahan bukan sepenuhnya pada anda, namun pada pria itu yang tidak pernah memikirkan kematian, surga dan neraka, serta akhirat-Nya.
4 Kalimat Ini Yang Membuat Anda Dicintai Oleh Allah

4 Kalimat Ini Yang Membuat Anda Dicintai Oleh Allah

4 Kalimat Ini Yang Membuat Anda Dicintai Oleh Allah
Manusia dianugerahi mulut oleh Allah SWT untuk melafalkan segala kebaikan. Namun tidak semua manusia mampu mempergunakannya sebagaimana mestinya. Masih banyak di antara kita yang justru membuat mulut menjadi sumber dosa.

Padahal semestinya kita harus senantiasa mengucapkan kalimat-kalimat kebaikan agar di akhirat kelak anggota tubuh yang satu ini dapat menolong kita dari panasnya api neraka. Kalimat kebaikan ini dapat berupa berdzikir kepada Allah SWT.

Ucapkan Empat Kalimat Ini Agar Dicintai Oleh Allah
Ternyata ada kalimat yang mudah diucapkan namun dapat membuat pelakunya dicintai oleh Allah SWT berdasarkan. Lantas apa sajakah kalimat kebaikan yang dimaksud tersebut? Berikut informasi selengkapnya.

Sabda Rasulullah SAW : Dari Samuroh bin Jundub, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada empat ucapan yang paling disukai oleh Allah: (1) Subhanallah, (2) Alhamdulillah, (3) Laa ilaaha illallah, dan (4) Allahu Akbar. Tidak berdosa bagimu dengan mana saja kamu memulai” (HR. Muslim no. 2137).

1. Lafazh Subhannah
Kalimat pertama yang membuat manusia dicintai oleh Allah ialah dengan mengucapkann Subhanallah. Subhanallah sendiri memiliki arti kita mensucikan Allah SWT. Dia adalah satu-satunya Dzat yang harus disucikan. Allah-lah yang Maha Penolong dan Maha Pemberi apa yang dibutuhkan oleh umat-Nya. Maka dari itu, wajib bagi kita untuk menjadikan Allah sebagai satu-satunya dalam segala aspek kehidupan.

2. Lafazh Alhamdulillah
Kalimat selanjutnya yang ternyata membuat Allah mencintai orang yang mengucapkannya yaitu lafazh Alhamdulillah. Alhamdulillah sendiri diartikan segala puji bagi Allah. Dalam kalimat tersebut kita memuji Allah SWT yang menjadi tempat untuk meminta serta memohon ampunan.

Tidak hanya itu, kalimat Alhamdulillah juga diartikan sebagai wujud rasa syukur atas segala nikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah SWT yang tiada putusnya selama manusia hidup di dunia maupun di akhirat nantinya.

3. La Ilaaha Illallah
La illaha illallah memiliki arti yakni tiada tuhan selain Allah. Ketika kita mengucapkannya berarti kita meyakini bahwasanya hanya Allah lah satu-satunya tuhan yang wajib disembahh oleh seluruh umat. Allah SWT adalah sang pencipta seluruh alam semesta dan yang mengatur kehidupan baik di dunia dan di akhirat kelak.

Tidak ada satu hal pun yang terlewatkan dari pandangan Allah. Maka dari itu, kita tidak boleh menyekutukan-Nya dengan hal-hal seperti berhala, patung, dukun dan masih banyak lagi bentuk kemusyirikan di muka bumi.

4. Lafazh Allahu Akbar
Kalimat terakhir yang membuat Allah mencintai umat-Nya ialah kalimat Allahu Akbar. Kalimat ini berarti Allah Maha Besar. Ketika mengucapkan ini berarti kita meyakini bahwa Allah SWT adalah penguasa langit dan bumi.

Maka Allah tidak membutuhkan makhluk lain untuk menjadi sekutu-Nya. Hal ini yang harus kita percayai agar menjadikan-Nya sebagai satu-satunya tempat untuk bernaung dan memohon pertolongan serta jalan untuk menuju surga-Nya di akhirat kelak.

Demikianlah informasi mengenai kalimat-kalimat yang membuat Allah SWT mencintai orang yang membacanya. Bukanlah sebuah perkara yang sulit untuk melafalkan keempat kalimat di atas dalam keadaan sehari-hari. Maka dari itu, biasakanlah diri untuk senantiasa mengucapkan kalimat kebaikan agar Allah senantiasa mencintai kita.